Home / Peristiwa / PERILAKU RENTE DITUBUH WAKIL RAKYAT

PERILAKU RENTE DITUBUH WAKIL RAKYAT

Komline, Jakarta- Moh Hatta pernah berkata“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita”.

Opini kali ini sengaja mengutip kata-kata dari Bapak Moh. Hatta karena carut marutnya birokrasi yang ada dikabupaten Lahat dan pesan saya kata-kata itu dijadikan bahan untuk berkontemplasi pemimpin khususnya Ketua DPRD kabupaten Lahat.

Sepertinya nalar Rente mengalir deras di otak Wakil Rakyat Lahat, hal itu dibuktikan dengan tindakan yang dilakukan oleh Ketua DPRD yang melakukan Rehab Rumah Dinas dengan nilai yang sangat fantastis. Uang 2.8M dihamburkan untuk rehab rumah dinas yang masih sangat layak pakai, Pemulihan Ekonomi selalu digalakkan pemerintah dengan berbagai upaya tapi Wakil Rakyat kabupaten Lahat malah menjadi bagian melemahkan ekonomi.

Apa urgensinya? Bukannya RumDin itu masih bagus dan masih sangat layak pakai, sementara ditengah pandemi masih banyak rakyat kabupaten Lahat yang tidak menerima bantuan walaupun dana bantuan Covid-19 mencapai 23M, ketidak tepat sasaran dalam alokasi bantuan, sangat banyak rakyat yang kehilangan mata pencarian, Apa hasil pengawasan serta tindakan DPRD akan permasalahan tersebut?

Saudara Dipilih Bukan Dilontre kata lagu Iwan Fals lagu itu harus dijadikan alarm bagi Wakil Rakyat yang memang pro rakyat (Berpikir Untuk Kepentingan Rakyat). Perilaku Rente ketua DPRD menjadi catatan besar bagi saya ternyata benar kata R.A Kartini “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi, satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri”Seperti yang dilakukan para pemimpin saat ini.

Kesimpulan saya kita tidak pernah benar-benar dijajah karena penjajah yang sesungguhnya adalah pemimpin kita sendiri. Terlalu banyak kongkalikong yang dilakukan oleh pemimpin, jual beli pasal untuk menutupi kesalahan menjadi hal yang lumrah, tidak ada yang bisa dipercaya baik pemimpin maupun penegak hukum, bahkan orang yang dipilih untuk mewakili suara rakyat (DPRD). Maka tidak ada yang bisa dipercaya dikabupaten Lahat saat ini semua memiliki nalar rente dan sifat koruptif.

Oleh : Lidya Cempaka

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Laporan soal Pelanggaran Prokes Jokowi di NTT Kembali Ditolak Bareskrim

Komline, Jakarta- Bareskrim Polri kembali menolak laporan terkait kerumunan massa saat kunjungan Presiden Joko Widodo …

%d bloggers like this: