Home / Berita Tokoh / Pesan Untuk Mahasiswa “Aku Memilih Jalan Ini”

Pesan Untuk Mahasiswa “Aku Memilih Jalan Ini”

Link Banner

Komline,Palembang– “Ada satu jalan yang akan selalu terlihat jelas meski pekat nan gelap menyesaki malam dan kala pagi tak jua datang, Jalan itu bernama Keyakinan”.

Dunia kampus sering dianalogikan sebagai miniatur negera karena sistem pemerintahan Indonesia dan sistem aktivitas kemahasiswaan memiliki kesamaan, hanya skalanya saja yang lebih kecil. Dunia kampus juga disebut sebagai sebuah laboratorium besar, tempat di mana seorang melakukan eksperimen, wahana untuk melakukan percobaan. Maka bila kita merujuk dari makna kampus diatas, kita memahami bahwa kampus adalah tempat kita belajar berbagai macam ilmu dimanapun itu hatta pada setiap sudut kampus. Karena sebagai wahana pembelajaran, maka kita harus mengambil ilmu sebanyak-banyaknya pada setiap instrumen pembelajaran yang ada dikampus dengan sarana dan prasarana yang telah disediakan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah memberikan pandangannya untuk para pemuda terkhusus bagi mahasiswa baru.
“Selamat kalian telah memasuki babak baru! Kalian berbeda karena kalian telah mendapatkan kesempatan belajar yang lebih dari pada siswa lainnya. Tolong jangan hanya belajar di dalam kelas. Kepemimpinan, komunikasi dan kemampuan analisis juga penting untuk membangun masa depan. Sehingga belajar di luar kelas bisa mengembangkan hal itu. Jadilah pemimpin untuk masa depan Indonesia. Empat tahun ke depan dalah masa paling penting untuk mengembangkan diri, setelahnya adalah masa untuk berkontribusi! Jadilah generasi masa depan bangsa yang berprestasi”.

Dari apa yang disampaikan oleh Bapak Anies Baswedan, telah jelas bahwa seorang mahasiswa sejatinya harus merubah mainset pada dirinya karena ia telah memasuki jenjang yang berbeda dari sebelumnya. Di Indonesia ada jutaan anak masuk SD, tapi hanya ratusan ribu yang masuk kuliah. Itu artinya kesempatan yang ada harus dimaksimalkan. Bukan untuk diri sendiri, tapi juga untuk kemajuan bangsa. Pada proses pembelajaran, semua fasilitas sarana dan prasarana wajib di maksimalkan oleh mahasiswa, bapak Anies bahkan menyampaikan jangan hanya belajar didalam kelas. Ada banyak ilmu dan pembelajaran yang senantiasa bertebaran menanti untuk diambil oleh para mahasiswa. Karena pemimpin masa depan ialah orang yang pernah menikmati setiap jengkal pengalaman masa muda dengan berbagai hal baik di dalam maupun di luar kelas. Apa yang disampaikan oleh Bapak Anies Baswedan ternyata bukan perkataan kosong belaka, didalam UU Nomor 12 tahun 2012 pun telah dijelaskan secara detail berkenaan dengan mahasiswa dan iklim ilmiah yang harus diciptakan serta juga pengembangan minat, bakat, dan kemampuan mahasiswa yang merupakan bagian dari proses pendidikan melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan. Maka jelas sudah bahwa rumpun asal seorang mahasiswa adalah ia yang mampu mengejawantahkan amanah besar gelar mahasiswa dalam setiap laku dan aktivitas di setiap hal baik dalam kegiatan perkuliahan sehari-hari, praktikum, pengabdian kepada masyarakat bahkan sampai aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Semua mahasiswa mesti mengikutinya apabila kita hanya memilih salah satu saja, artinya kita telah mengkhianati jutaan orang yang juga bermimpi untuk berkuliah, mengkhianati undang-undang serta mengkhianati nama Mahasiswa itu sendiri.

Jalan Terbaik

Setiap hal yang akan kita lakukan, setiap jalan yang akan kita pilih bukanlah sekedar tentang benar atau salah. Sebagai seorang yang dianugerahkan daya pikir, analisis, serta emosi yang lebih baik daripada makhluk lainnya tentu kita dituntut untuk mampu memilih yang terbaik.
Terbaik adalah memilih diantara semua yang baik, memilih diantara semua yang benar. Satu tingkat lebih tinggi dari pada sekedar memilih soal benar dan salah.
Jalan terbaik adalah sebaik-baik pilihan. Namun dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 216 berbunyi “… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Maka tak selamanya hal terbaik harus mengikuti harapan kita. Begitu pula kiranya sebagai seorang mahasiswa. Dinamika yang terjadi saat ini ditambah dengan paparan diatas membuat kita harus memilih jalan yang terbaik, sebuah jalan yang dilandaskan pada kata ‘Totalitas’. Bukan setengah-setengah atau pengekor. Namun siap untuk menjadi berbeda, siap untuk menuliskan sejarah.

Maka, jalan itu adalah berpartisipasi aktif dan kontributif dalam organisasi kemahasiswaan. Sesuai minat, bakat dan potensi yang kita punya. Semua itu terimplementasi dalam Ormawa seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), UKK (Unit Kegiatan Khusus), Organisasi Eksternal Kampus, serta Organisasi Kedaerahan. Ikutilah kegiatan-kegiatan tersebut secara totalitas, dengan segenap kemampuan karena secara pribadi aktivitas tersebut akan meningkatkan kapasitas diri kita, dan secara global adalah sebentuk kontribusi nyata kita bagi bangsa ini. Organisasi kemahasiswaan hendaknya saling bersinergi. Bila ada produk kebijakan yang salah yang di buat oleh birokrasi kampus maupun oleh pemerintah maka tugas ormawa sebagai alarm (social control). Bila ada agenda dibidang olahraga, seni, sosial dan sebagainya tugas kita menyukseskannya. Semua harus saling bersinergi menguatkan jati diri dan identitas mahasiswa.

Bila dalam implementasinya ada yang tidak mau ikut organisasi karena ingin fokus akademik. Maka jawaban penulis adalah sangat boleh dengan syarat jangan setengah-setengah dan harus totalitas. Pastikan bahwa siapa saja  yang tidak ikut organisasi tersebut lulus dengan IPK cumblaude dan menjadi mahasiswa berprestasi. Karena apabila faktor akademik menjadi kambing hitam untuk tidak ikut organisasi atau juga sebaliknya, maka hal tersebut sama saja kita telah menyia-nyiakan amanah sebagai mahasiswa, mengkhianati Undang-undang, serta memperkosa hak organisasi kemahasiswaan itu sendiri. Padahal disisi yang lain sangat banyak orang-orang yang akademiknya bagus namun tetap berpartisipasi aktif dan kontributif dalam organisasi kemahasiswaan. Maka secara dasar setiap mahasiswa harus aktif dalam organisasi kemahasiswaan selain daripada perkuliahan, praktikum, dan pengabdian masyarakat.

Aku telah memilih jalan ini.
Persiapkanlah dirimu, karena inilah Jalan kita!

Rahmat Farizal
(Presiden Mahasiswa UNSRI 2017, Peneliti Lembaga Pemikir Strategis CDCS)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Praktek Jual Beli Ijazah Akan Merugikan Sistem Pendidikan, Diduga Bupati di kabupaten lahat Menggunakan Ijazah Palsu

Komline ,Jakarta– Praktek jual beli ijazah palsu di Indonesia sangat marak, banyak sekali praktek jual …

%d bloggers like this: