Home / Berita Tokoh / PGK : Bupati OKI H. Iskandar SE Harus Lebih Aktif Dalam Mengontrol Penyaluran BLT Dana Desa”

PGK : Bupati OKI H. Iskandar SE Harus Lebih Aktif Dalam Mengontrol Penyaluran BLT Dana Desa”

Link Banner

Komline,OKI-Sebagaimana program Bupati OKI Sumatera Selatan yaitu, “Membangun Dari Desa, Menuju OKI MANDIRA” tentunya menjadi program unggulan dalam kesejahteraan rakyat, terutama masyarakat di perdesaan.

Namun fakta dilapangan berbicara lain, pasalnya tidak sedikit masyarakat di perdesaan merasa legowo dengan penerapan-penerapan pemerintah Desa tersebut. Tentunya dalam pengelolahan ADD, DD dan lain-lain.

Kasus yang baru-baru ini kita ketahui, yaitu penerapan Bantuan Covid 19, BLT DD. Dalam Intruksi Presiden & peraturan KEMENDES bahwa BLT DD disalurkan dalam bentuk uang tunai yaitu Rp. 600.000,- /KK untuk 3 Bulan.

Namun yang menjadi sorotan saat ini, realisasinya ada yang sudah mencapai tahap 2 & ada juga yang belum sama sekali diturunkan BLT DD tersebut. Kasus yang sama juga kita temukan di beberapa desa, yaitu pertama BLT DD Belum diturunkan sama sekali & BLT DD yang tadinya dalam intruksi Bapak Presiden seharusnya utuh mendapatkan Rp. 600.000,- /KK sebanyak 3 kali tahap atau perbulan, namun terindikasi akan di bagikan menjadi Rp. 200.000,- /KK /perbulan.

Achik Muhrom selaku KETUA DPD PGK OKI menyampaikan: disinilah perlunya kontrol Pemerintah Daerah khususnya kepada Pak Bupati (H. Iskandar. SE) kasus-kasus yang seperti diatas harusnya pak bupati lebih PEKA, karena kita semua tau bahwa program pak bupati ini “MEMBANGUN OKI DARI DESA” jadi kepeka an terhadap masyarakat desa harus lebih di tingkatkan, karena ini akan menjadi tamparan keras terhadap Pemerintah Kabupaten OKI jika masalah dan permasalahan justru muncul & lahir nya dari Desa. 5/6/2020 .

Saya menilai selama 1 periode dan 2 tahun berjalan ini, Bupati OKI tidak serius dalam menerapkan visi misi yang sempat dilontarkan kepada masyarakat pada masa kampanye & pidato saat pelantikan yaitu “MEMBANGUN OKI DARI DESA” tapi nyatanya fakta di lapangan jauh dari kata BANGUN, sambung achik.

Contoh kecil nya saja dalam penerapan bantuan covid 19, hampir semua bentuk bantuan tidak ada yang beres.
Dari BST yang tidak tepat sasaran. Bansos APBD yang menjadi polemik saat ini, yaitu ada nya kong kalikong atau di tenderkan. BLT Dana Desa, Data penerima 115 KK, yang turun hanya 105KK, ada juga kasus pemotongan dari 600rb menjadi 200rb. Dan sebelum nya jg ada pemotongan 30rb, jadi hanya nerima 570rb, walaupun konfirmasi terakhir Pemdes tersebut sudah mengembalikan uang 30rb itu ke masyarakat penerim BLT DD. Jadi menurut saya sangat jelas Bupati OKI tidak Serius dalam Program “MEMBANGUN OKI DARI DESA” Karena di setiap Desa saja masih banyak permasalahan. Dan Pak Bupati juga tidak PEKA Terhadap apa yang terjadi di masyarakat perdesaan. Tutup Achik Muhrom.

(Red)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Koalisi PDI P – Golkar – Hanura – PBB Siap Menangkan Pilkada Ogan Ilir Sumsel

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan 2 Sumatera Selatan, H Yulian …

%d bloggers like this: