Home / Berita Tokoh / Pilkada Serentak 2020 , Harda Belly : Jangan Pilih Calon Kepala Daerah Pecandu Narkoba

Pilkada Serentak 2020 , Harda Belly : Jangan Pilih Calon Kepala Daerah Pecandu Narkoba

Link Banner

Komline, Jakarta-Narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena menjadi salah satu senjata proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Narkoba menyasar semua kalangan masyarakat, dan peredarannya bisa melibatkan banyak profesi, mulai dari petani hingga pesohor. Apalagi, daya rusak narkoba lebih besar daripada tindak pidana korupsi maupun terorisme. Untuk itu, ancaman narkoba harus ditangani secara intensif dengan mengoptimalkan seluruh komponen, terutama unsur pemerintah dan lembaga negara.

Salah satu Fouder Kita Anak Indonesia Harda Belly menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memberikan hak pilih dalam demokrasinya agar hati-hati dalam memilih calon pimpinan daerah.

Mengingat Pemilihan kepala daerah bakal dilakukan secara serentak di beberapa wilayah kabupaten/kota di provinsi tahun 2020 mendatang.

Dia menilai bahwa para peserta demokrasi di kabupaten/daerah harus betul-betul memilih calon kepala daerahnya dengan rekam jejak yang benar. Hal tersebut juga dapat dilihat berbagai aspek, misalnya tidak memilih calon kepala daerah yang memiliki latar belakang krimininal atau pernah terlibat kasus narkoba/NAPZA .

“Setidaknya harus dilihat dan diperhatikan betul track record (rekam jejak.red) dari calon pemimpin tersebut. Misalnya mereka yang pernah menjadi pecandu narkoba jangan pernah diberi kesempatan menjadi pemimpin, karena bagi kami narkoba adalah musuh bersama yang telah banyak merusak generasi penerus bangsa ini ujar harda .

yang namanya pecandu narkoba butuh proses waktu yang tidak singkat dalam pengembalian kondisi mental dan psykologisnya,” jelasnya.

Dia menerangkan, para calon kepala daerah jika ingin dipilih oleh masyarakat sebagai pemimpin, ia harus bersih dari segala tindak kriminal dan kasus narkoba, apalagi nantinya calon kepala daerah juga harus mengambil keputusan dengan tepat untuk kemajuan daerahnya.

Para calon kepala daerah yang pernah terlibat kasus narkoba, kemudian maju lagi sebagai calon kepala daerah harus dipikir-pikir dulu oleh masyarakat saat ingin memilih.

Karena calon kepala daerah yang pernah terlibat kasus narkoba paling tidak memiliki rentang waktu yang cukup lama untuk memulihkan kondisi fisiknya kembali.

“Ya, yang namanya sudah terkena narkoba harus betul betul intens melakukan rehabilitasi diri dan pembersihan diri baik itu secara fisik dan mental, jadi perlu waktu paling tidak 5-10 tahun untuk benar-benar normal kembali,” tegas Harda .

selama ini belum ada kesadaran tinggi dari masyarakat tentang bahaya narkotika. “Bahkan, masyarakat ini tidak menganggap narkotika ini sebagai kejahatan yang menakutkan dan memalukan, layaknya terorisme dan korupsi,” ujarnya.

Padahal, ancaman narkoba ini sangat berbahaya karena peredarannya mengunakan jaringan layaknya multilevel marketing. “Seorang pengguna biasanya belum sampai setahun bisa berubah menjadi pengedar,”

Saya harap masyarakat lebih cerdas dalam menentukan kepala daerahnya , saya sebagai Fouder Kita Anak Indonesia berharap lahirnya pemimpin dinegara ini orang-orang yang memiliki prestasi dan rekam jejak yang jelas , karena majunya suatu daerah ada ditangan pimimpinya tutup harda .

(Erni)

 

 

 

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tokoh Pemuda Sumsel Harda Belly Berharap KPU Jangan Loloskan Pemakai Narkoba ,Pejudi ,Pezina Maju mencalonkan Diri Pilkada 2020

Komline ,Jakarta– Mewujudkan Kepala Daerah yang Berkualitas, Pilkada Serentak Harus Didukung Penyelenggara dan Masyarakat Berkualitas …

%d bloggers like this: