Home / Berita Tokoh / PMU Kemitraan Provinsi Sumsel Dan Project Officer Melakukan Kunjungan ke POKMAS DPG

PMU Kemitraan Provinsi Sumsel Dan Project Officer Melakukan Kunjungan ke POKMAS DPG

Komline,PMU DPG Kemitraan Provinsi Sumsel dan Project Officer melakukan kunjungan lapangan terkait penajaman kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan kebun pangan mandiri tanpa bakar dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal untuk mendukung pertanian organik. (16/01/2020)

‌Secara sederhana, pertanian organik didefinisikan sebagai sistem pertanian yang mendorong pemulihan tanah dari unsur kimia dan pengembangan tanaman sehat ramah lingkungan melalui berbagai praktek seperti pendaur ulangan unsur hara dan bahan bahan organik, rotasi tanaman, zonasi pemanfaatan lahan dan pengolahan tanah yang tepat serta menghindarkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetik.

Dalam Kunjungannya di Desa Agung Jaya dan Desa Mandala Sari Kec. Lalan Kab. Musi Banyuasin, Bapak Hambali Project Officer (PO) mengatakan salah satu penerapan pertanian organik dapat melalui pertanian ramah lingkungan, tidak saja merupakan sistem manajemen produksi terpadu yang menggunakan penggunaan pupuk organik, menekan pencemaran udara, tanah serta air, tetapi di sisi lain pertanian organik menjaga kelestarian ekosistem khususnya ekosistem gambut. pemahaman para petani terhadap sistem pertanian organik masih harus terus ditingkatkan. Pertanian organik sering dipahami sebatas pada praktek pertanian yang tidak menggunakan pupuk anorganik dan pestisida.

Bapak iswandi Gunata field supervisor (FS) juga mengatakan Kearifan lokal merupakan suatu pandangan bahwa setiap kelompok masyarakat lokal memiliki seperangkat pengetahuan budaya yang mengagungkan budayanya sebagai suatu pola untuk menginterpretasikan tindakannya. Lokalitas merupakan konsep bahwa setiap kelompok masyarakat berada di dalam lokus sosial budaya dan geografis yang tetap dan melakukan tindakan sesuai dengan lokalitasnya tersebut. Nilai-nilai kearifan lokal muncul sebagai akumulasi dari interaksi yang kuat dan lama antara masyarakat dengan lingkungannya, salah satunya adalah kearifan lokal pengelolaan lahan gambut yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten MUBA. (16/01/2020)

Lahan gambut sangat potensial untuk digunakan para petani dalam melakukan kegiatan bercocok tanam. Namun, sulitnya mengelola lahan gambut juga menjadi suatu problem tersendiri. Oleh
karena itu, kearifan lokal dalam pengelolaan lahan gambut yang telah diketahui petani untuk kemudian bisa digunakan sebagai acuan dalam mengelolanya Timpal Bapak Hambali selaku project officer Kemitraan Wilayah Sumatera.

(Red)

Facebook Comments

Check Also

*PP KAMMI Desak Pemerintah Segera Berlakukan Undang-Undang Karantina*

Jakarta, – Seiring bertambahnya jumlah warga yang terinfeksi COVID-19 sebanyak 1.046 jiwa dan meninggal 87 …

%d bloggers like this: