Home / Berita Tokoh / Politik Bursah-Parhan Tanpa Dusta Tanpa Hoax Bukan “Jualan Kecap”

Politik Bursah-Parhan Tanpa Dusta Tanpa Hoax Bukan “Jualan Kecap”

Link Banner

Komline, Lahat- Memasuki tahun kampanye secara demokrasi di Indonesia berbagai janji dan program dari setiap pasangan calon kepala daerah diberikan kepada masyarakat pada pilkada 2018 ini.

“Tiada dusta diantara kita” sebuah judul lagu yang punya makna dalam.

Bagai judul lagu tersebutlah yang di praktekkan antara Bursan-Parhan dengan rakyat banyak dalam berpolitik.

Tanpa hoax, Tanpa Dusta. Maknanya adalah berpolitik menawarkan program-program yang rasional atau masuk akal. Selain itu komitmen untuk dijalankannya ketika sudah jadi. Dua hal tersebut yang ada pada Bursah-Parhan.

Saat ini lagi musim kampanye Pilkada di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Lahat.

Hampir rata-rata calon pemimpin berkampanye dengan program ala “Jualan Kecap”.

Sekolah gratis, berobat gratis atau apapun yang gratis. Yang seperti ini hoax atau dusta. Karena kondisi keuangan Negara tidak mungkin bisa di realisasi. Apalagi program kesehatan gratis, jika ada justru orang-orang kaya ikut-ikutan tidak mau bayar ketika berobat.

Orang-orang miskin bisa di lewati lagi, karena kesehatan gratis yang seharusnya untuk orang miskin, juga diambil oleh orang kaya. Jebol semuanya akhirnya.

Dokter dan perawatnya juga keteter dalam pembayarannya.

Karena biasanya pemerintah membeli asuransi yang preminya rendah. Itu pun akan berat bagi pemerintah dalam kondisi defisit anggaran seperti saat sekarang.

Begitu juga pendidikan. Biaya pendidikan gratis di Indonesia tidak mungkin dalam kondisi ekonomi sulit seperti sekarang. Kecuali jika sekolah-sekolah punya dana abadi berbentuk saham di korporasi seperti di Jerman, itu baru masuk akal.

Artinya, calon pemimpin hoax seperti itu disebut Jarkoni (Bisa Ngajar, Gak bisa Ngelakoni).

Tentu berbeda dengan pasangan calon Bursah-Parhan ia tidak berdusta, tidak hoax.

Pasangan calon ini ingin mewujudkan pelayanan kesehatan setara. Dan bagi warga masyarakat tidak mampu, pemerintah akan bertanggung jawab selesaikan biayanya.

Bursah-Parhan membutuhkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Lahat.

Para relawan sangat dibutuhkan untuk mendampingi orang-orang miskin untuk berobat dan mendapatkan biaya kesehatan dari pemerintah.

Dalam pendidikan Bursah-Parhan Ingin pemerintahan yang dipimpinnya kelak, menjamin masyarakat tidak putus sekolah.

Bimbingan belajar gratis bagi siswa tidak mampu untuk persiapan masuk perguruan tinggi juga jadi program Bursah-Parhan.

Pada masa lalu, Bursah Zarnubi pernah memimpin demonstrasi besar-besaran di Jakarta Pusat, mengadvokasi puluhan ribu guru honorer untuk bisa jadi PNS.

Bursah-Parhan memperjuangkan honorer ditingkatkan menjadi PNS, saat terpilih menjadi Bupati dan wakil bupati Lahat.

Inilah politik yang dijalankan Bursah-Parhan untuk kabupaten Lahat yang berkemajuan. Tidak Hoax, Tidak Dusta.

Yudi Syamsudi Suyuti

(Jaringan Aktivis Rakyat)

(sn)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Lurah Batu Kuning Bersama Komunitas Sahabat Sehati Menyantuni Emak Rozmah

Komline, OKU – Untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama yang membutuhkan tentunya harus terlebih dahulu …