Home / Peristiwa / PW Pemuda Muslimin Sumsel Harda Belly Ingatkan Masyarakat Tak Pilih Paslon Yang Langgar Protokol Kesehatan

PW Pemuda Muslimin Sumsel Harda Belly Ingatkan Masyarakat Tak Pilih Paslon Yang Langgar Protokol Kesehatan

Komline, ­­­­Jakarta–   Seperti yang diketahui, pilkada serentak 2020 akan terus dilaksanakan meskipun dalam kondisi pandemi covid-19. Saat ini, tahapan pilkada tersebut sudah memasuki tahapan kampanye.

Selama proses pilkada berlangsung, banyak calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan. Salah satu provinsi yang menjadi sorotan di Indonesia yakni Sumatera Selatan (Sumsel), dimana, Sumsel juga termasuk ke dalam salah satu provinsi dengan kasus covid-19 terbanyak di Indonesia.

Melansir dari BNPB pada hari Jumat 25 September 2020 telah diumumkan penambahan sejumlah kasus baru. Termasuk di Provinsi Sumatera Selatan.

Terjadi penambahan sebanyak 44 kasus, dimana hingga Kamis 24 September 2020, tercatat sebanyak 5.690. Secara kumulatif, kasus COVID-19 di Sumsel berjumlah 5.734.

Pasien sembuh hari ini berjumlah 39, dimana hingga Kamis 24 September 2020, tercatat sebanyak 4.093 pasien sembuh. Secara kumulatif, pasien sembuh di Sumsel berjumlah 4.132 orang. Ada 5 penambahan pasien yang meninggal hari ini, dimana hingga Kamis 24 September 2020, tercatat sebanyak 331 pasien meninggal akibat COVID-19.

Secara kumulatif, pasien meninggal akibat COVID-19 di Sumsel berjumlah 336 orang. Dari hasil pemeriksaan, didapat total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai dengan pukul 12.00 WIB ada sebanyak 266.845 kasus. Untuk total sembuh sampai hari ini telah mencapai sebanyak 196.196 kasus. Kasus meninggal sendiri hingga hari ini mencapai 10.218 kasus.

Berdasarkan data tersebut, sudah seyogyanya para calon kepala daerah senantiasa menaati protokol kesehatan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat di tengah pandemi ini.

Bukan hanya menjadikan covid-19 ini sebagai salah satu isu yang harus di selesaikan, tapi dibuktikan dengan tindakan konkrit yang dapat ditunjukkan selama tahapan pilkada berlangsung.

Disamping itu, terdapat 7 kabupaten di Sumsel yang akan melangsungkan Pilkada, PW pemuda Muslimin Sumsel Harda Belly mengungkapkan bahwa masyarakat harus tegas dan menolak calon pemimpin yang tidak dapat memberikan contoh yang baik, terlebih dalam kondisi pandemi seperti ini.

“Jika calon Kepala daerah saja tidak peduli akan keselamatan warganya, untuk apa dipilih, dengan membuat kerumunan itu artinya sang calon sangat jelas tidak memiliki kepedulian” Ungkap Harda.

Ia pun menegaskan bahwa Sumsel merupakan salah satu provinsi dengan angka kematian tertinggi kasus covid-19.

“Terlebih saat ini angka kematian di Sumsel masuk dalam propinsi angka kematian tertinggi” Imbuhnya.

 

 

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Ketua Umum D’MOVEMENT YOUTH Tanggapi Isu Soal Paha Mulus dan Pusar

Komline, Jakarta- Ketua Umum D’MOVEMENT YOUTH menanggapi Soal isu yang menimpa Calon Wakil Walikota Tangerang …

%d bloggers like this: