Home / Berita Tokoh / Refleksi HUT Okus ke 15 Jayansyah S. Si ( Aktivis OKU Selatan)

Refleksi HUT Okus ke 15 Jayansyah S. Si ( Aktivis OKU Selatan)

Link Banner

Komline,OKU- Pada tanggal 16 Januari 2004 diresmikan pembentukan kabupaten oku selatan hasil pemekaran kabupaten OKU, dengan landasan hukum UU NO 37 tahun 2003.

Adanya otonomi diharapkan adanya percepatan dan pemerataan pembangunan di segala sektor, oleh karena itu panitia persiapan pembentukan kabupaten OKU Selatan telah merencanakan tata kelola kabupaten baru.

Setelah 15 tahun pemekaran dirasakan pemerataan pembangunan masih sangat jauh dari harapan, dan kualitas SDM berkembang dengan lambat,banyak sekali permasalahan yang bisa kita diskusikan.

Pertama, mengenai status RSUD Okus akan berubah jadi puskesmas, jika tidak segera mendapatkan akreditasi dalam waktu 6 bulan, hal ini dikarenakan kelambanan kinerja SDM nya karena proses rekrutmen pimpinan nya yang kurang transparan dan akuntabel

Kedua mengenai keterlambatan pembangunan islamic center dari target sebelumnya, karena adanya pemutusan kerja sama karena kontraktor nya bermasalah lalu dilanjutkan lagi namun sampai saat ini juga masih belum selesai hal ini terlihat Pemkab OKU Selatan sangat lemah dalam proses tender, karena tidak mengecek lagi track record kontraktor, dan cenderung lemah dalam pengawasan.

Ketiga PLN yang selalu padam, pemadam ini karena kekurangan daya, akan tetapi Pemkab OKU Selatan cenderung kurang mau memikirkan sumber energi dengan pemanfaatan mikro hidro maupun panas bumi padahal kabupaten ini memiliki sumber daya alam untuk pembangunan Pltmh maupun PLTA.

Keempat, lambatnya pembangunan sektor pariwisata, sebagai moto kabupaten ini yaitu kota pariwisata, namun kecenderungan nya lambat dalam pengembangan pariwisata terutama akses menuju tempat wisata, jalan yang sempit dan berlubang , progres pembangunan kembali lapter sipatuhu yang talik ulur serta sangat kurang promosi wisata.

Kelima, perhatian untuk sector pertanian yang kurang memadai, sangat minim program pemerintah untuk peningkatan kemampuan dan keahlian pertani, melalui penyuluhan pertanian dll, dan tidak ada program pemerintah untuk pengelolaan hasil pertanian, serta rendahnya kemampuan menarik investor untuk pengembangan hilirisasi hasil pertanian.

Keenam, rendahnya perhatian dunia pendidikan, setelah program kemitraan ditahun 2007-2010, tidak ada lagi program beasiswa Pemda untuk peningkatan SDM,

Ketujuh, belum pernah dapat Adipura, piala Adipura salah satu indikator keberhasilan dan pengelolaan lingkungan perkotaan, dan terlihat bahwa problem sampah dan pengelolaan lingkungan di kabupaten belum optimal sehingga belum mampu dapat piala tersebut.

Dari permasalahan tersebut kabupaten OKU Selatan harus berbenah, dan mampu keluar dari zona nyamannya, harus mampu membuat terobosan besar dengan lompatan yang lebih jauh.

Pembangunan infrastruktur harus diikuti pembangunan SDM, yang bermoral tinggi dan berkapasitas, bukan karena alasan subyektif dalam proses rekrutmen pimpinan di dinas dll tapi melalui penilaian yang objektif.

Mari kita terus berpikir dan kembali mendiskusikan arah kabupaten Okus di kemudian hari.(Harda)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Video Seorang Gadis Ramalkan Nama Presiden Yang Bakal Pimpin Indonesia Tahun 2019 , Percaya?

Komline, Jakarta- Seorang gadis yang berseragam pramuka berhijab  cokelat, mampu meramalkan masa kepemimpinan Indonesia dimasa …