Home / Berita Tokoh / Relawan G-Mile Bersilaturrahim dan Menyalurkan Bantuan APD ke PWNU Jatim

Relawan G-Mile Bersilaturrahim dan Menyalurkan Bantuan APD ke PWNU Jatim

Link Banner

Komline,Relawan Gerakan Milenial Peduli (G-Mile) bersilaturrahim ke PWNU Jawa Timur dan diterima langsung oleh KH. Marzuqi Mustamar, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilaya Nahdlatul Ulama Jawa Timur 2018-2023. Acara silaturrahim tersebut dalam rangka menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan upaya membangun sinergisitas dengan para pemuka agama untuk membantu menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

Menurut Koordinator G-Mile Mbah Tokjro, kunjungan ke PWNU Jatim merupakan salah satu agenda dari roadshow G-Mile selama tiga hari di Jatim untuk menggandeng para tokoh agama dalam membantu melawan Covid-19.

“Silaturrahim ke tokoh agama memang kami agendakan selama roadahow di Jatim, tentu kedatangan kami ke Jatim tiada lain untuk membantu menangani penyebaran Covid-19 soalnya di Jatim masih banyak daerah yang zona merah bahkan hitam makanya penting bersinergi dengan para tokoh agama yang mana petuahnya bisa didengar dan diikuti oleh masyarakat,” ujarnya, selasa, (07/07/2020).

Ia juga menambahkan, bekerjasama dengan para tokoh agama diharapkan bisa menjadi gerakan yang efektif dan efisien melawan Covid-19 melalui gerakan dari tempat ibadah dan pesantren.

“Nantinya diharapkan dengan bekerjasama dengan para tokoh agama bisa melakukan gerakan perlawanan Covid-19 misalkan dari masjid atau pesantren, tentu ini sangat efektif dan efisien dengan memberikan kesadaran pentingnya gaya hidup sehat dan olahraga agar imun tubuh tetap sehat dan kuat kepada para jemaah dan santri,” ungkapnya.

Menurut Mbah Tjokro, dalam pertemuan dengan KH. Marzuqi Mustamar banyak yang didiskusikan terkait penanganan Covid-19 sekaligus pesan-pesan beliau yang disampaikan ke pada para relawan G-Mile.

“Senang sekali bisa berkunjung ke PWNU Jatim dan bersilaturrahim dengan KH. Marzuqi Mustamar. Dalam pertemuan itu, banyak pesan-pesan yang disampaikan terkait penangan Covid-19 yang nantinya kami akan sampaikan juga ke Gugus Tugas Covid-19 sebagai masukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mbah Tjokro menyampaikan salah satu hasil diskusi dengan KH. Marzuqi Mustamar yaitu perlu adanya kepastian dan keterbukaan dari Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dalam menyampaikan informasi jumlah yang meninggal gara-gara Covid-19 dengan cara menjelaskan yang meninggal murni terpapar Corona atau karena ada penyakit bawaan.

“Beliau tadi memberikan masukan agar Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan informasi secara pasti dan terbuka, bukan hanya sekedar menyampaikan jumlahnya tapi juga menjelaskan yang meninggal itu murni gara-gara Corona atau ada penyakit bawaan, sehingga dengan adanya keterbukaan informasi seperti itu, membangun kepercayaan masyarakat akan mudah bukan karena ditakut-takuti yang akhinya cuma membuat kepanikan, kalau pakek cara menakut-nakuti masyarakat malah acuh dan tidak takut,” jelasnya.

Selain itu, Mbah Tjokro menambahkan bahwa pesan beliau ke Gugus Tugas Covid-19 agar selalu menyampaikan ketegasan kepada masyarakat terkait keluarga yang terpapar Corona tidak boleh dikucilkan karena selama masyarakat menjalankan protokol kesehatan maka Corona tidak akan mudah menyebar.

“Beliau juga meminta Gugus Tugas Covid-19 untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa keluarga yang terpapar Corona jangan sampai dilakukan diskriminatif soalnya masih sering terjadi di masyarakat pengucilan terhadap keluarga yang terpapar Corona, sampaikan juga kalau sudah menjalankan protokol kesehatan dengan makai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak maka Corona tidak akan mudah menyebar,” ucapnya.

Mbah Tjokro juga menyampaikan hasil diskusi dengan KH. Marzuqi Mustamar yaitu terkait penanganan mayit yang meninggal terpapar Corona dengan penanganan sesuai protokol kesehatan tanpa meninggalkan cara syar’i bagi yang beragama Islam.

“Kalau mengenai penanganan mayit yang terpapar Corona, beliau meminta tim yang bertugas disitu agar menangani sesuai protokol kesehatan dan secara syar’i agar masyarakat juga bisa menerimanya tanpa kemudian ada banyak perdebatan,” ujarnya.

Setelah melakukan pertemuan, Relawan G-Mile memberikan bantuan 100 paket Alat Pelindung Diri (APD) berupa Fice Shild, Handsanitizer, Masker dan Vitamen yang diterima langsung secara simbolis oleh KH. Marzuqi Mustamar di Gedung PWNU Jatim.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Syaiful Huda Sarankan Mendikbud Nadiem Makarim Subsidi PJJ Khusus Didaerah Terpencil

Komline,Jakarta- Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyarankan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem …

%d bloggers like this: