Home / Peristiwa / Remaja 16 Tahun Asal Lahat Bobol Database Kejaksaan Agung

Remaja 16 Tahun Asal Lahat Bobol Database Kejaksaan Agung

Komline, Jakarta- Remaja berusia 16 tahun asal Lahat, Sumatera Selatan, meretas situs dan database milik Kejaksaan RI.

Pelaku peretasan tersebut terungkap setelah Badan Siber dan Sandi Negara turun tangan.

Dari hasil penelusuran didapatkan Total Database yang diperjualbelikan sebesar 500 Mb dengan Total Line Database sebanyak 3.086.224 dan dijual seharga 8 Credit (sekitar Rp 400.000).

Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa sumber data yang dijual merupakan data yang ada pada Website Kejaksaan RI dengan tautan https://www.kejaksaan.go.id.

Kejaksaan Agung pun mengamankan pelaku, Rabu (17/2/2021) kemarin.

Setelah diselidiki, bocah berinisial MFW ini berhasil membobol sejumlah data Kejaksaan RI dan menjualnya lewat forum online bernama raidforums.com.

Setidaknya, ada 3.086.224 data yang ia bobol dan diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp 400 ribu itu.

Leonard memastikan bahwa data-data yang diretas oleh MFW adalah data yang dapat diakses secara langsung di situs resmi Kejaksaan RI.

Untungnya data tersebut tidak berhubungan langsung dengan database kepegawaian kejaksaan.

Selain itu, informasi perkara-perkara yang dimuat dalam situs itu pun juga dapat diakses publik.

Leonard menuturkan, semua perbuatanya itu dilakukan selama masa senggang.

“Karena sedang libur, MFW melakulan perbuatan tersebut dengan alasan iseng. Papanya sudah pensiun, ibunya masih kerja, ya dia iseng dan kami sudah beri pembinaan,” kata Leonard.

Sementara itu, dalam konferensi pers Kejagung turut membawa orang tua MFW, Edi.

Ayah dari MFW ini mengaku tak tahu menahu perihal peretasan yang dilakukan putranya.

Edi mengaku kurang melakukan pengawasan terhadap anaknya.

Atas perbuatan anaknya itu, Edi menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Kejaksaan tertinggi di Indonesia.

“Atas nama orang tua, kami dengan anak saya sini datang tanpa ada paksaan dan kebetulan juga layanan di Kejagung ini bukan main-main, saya mengakui anak saya itu salah. Anak saya itu masih di bawah umur dan saya juga mengakui kurang pengawasan,” kata Edi.

Diketahui, MWF dan kedua orang tuanya dibawa ke Jakarta dari Lahat, Sumatra Selatan, Kamis (18/2/2021) kemarin.

Mereka dimintai keterangan oleh Kejaksaan Agung setelah berhasil diidentifikasi atas kasus peretasan data Kejaksaan RI.

Meski perbuatan MFW melanggar hukum, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin memberi instruksi agar tak melanjutkan proses hukum terhadap MFW.

Pasalnya, pelaku masih di bawah umur dan telah berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Karena yang bersangkutan yakni MFW dan orang tua telah membuat surat pernyataan secara langsung dan berjanji akan mendidik, maka tidak dilanjutkan pada proses hukum. Orang tuanya berjanji akan mengontrol anaknya untuk tidak melakukan perbuatan serupa di kemudian hari,” kata Leonard.

Data tersebut bersifat terbuka untuk umum atau publik dan tidak terhubung secara langsung dengan data base kepegawaian yang ada pada aplikasi Simkari.

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Laporan soal Pelanggaran Prokes Jokowi di NTT Kembali Ditolak Bareskrim

Komline, Jakarta- Bareskrim Polri kembali menolak laporan terkait kerumunan massa saat kunjungan Presiden Joko Widodo …

%d bloggers like this: