Home / Berita Tokoh / Reuni Akbar! Film Dokumentar Dibalik Tergusurnya Tonggak Sejarah SMP Pamulang 

Reuni Akbar! Film Dokumentar Dibalik Tergusurnya Tonggak Sejarah SMP Pamulang 

Link Banner

Komline,Banten-Reuni akbar SMP Pamulang Yayasan Djojo Redjo kota Tangsel menayangkan cerita singkat film documenter ” Dibalik Tergusurnya Tonggak Sejarah SMP Pamulang ” yang bertempat di Kampung Koservasi Rimbun jalan H. Jamat,Buaran Ciater, minggu (13/01/2019)

 

Drs. H Arsid Msi  salah satu alumni SMP Pamulang yang juga mencalonkan diri sebagai anggota  DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil III Banten dengan No Urut 9, mengatakan keprihatinannya.

 

“Kita cukup prihatin dengan smp kita yang berada di tanahnya SD. Dengan adanya pertemuan besar ini,bagaimana kita nanti  bincang-bincang bersama teman-teman untuk kelanjutan smp ini yang lebih besar, ” Ucap Arsid

 

Lanjutnya, reuni ini digagas oleh adik-adik kelas,dan saya kebetulan angkatan 1981.

 

Saya angkatan kedua, dan memang ini smp pertama di pamulang, smp ini berdiri bukan di tanah pribadi namun ikut di SD sehingga smp ini keberadaannya makin terjepit

 

” Dulu pernah terbesit waktu saya mencalonkan sebagai walikota kalau saya menang akan dialokasikan, tapi niat saya belum terkabul,Karna saya gagal, ” Ujarnya.

 

Kemudian mudah-mudahan dalam pertemuan ini ada yang tergugah hatinya, dan dengan adanya calon dewan alumni smp pamulang ini bisa terketuk hatinya.

 

Karena saya asli orang sini saya pasti perjuangkan rakyat sini.

 

Ditempat yang sama Dian selaku Humas acara reuni akbar SMP Pamulang itu mengatakan, inti dari acara ini, kami sebagai panitia ingin mengikat seluruh alumni dari 38 angkatan yg ada menjadi 1 ikatan yg di notariskan atau dilegalkan dan bisa memberikan kontribusi nyata pada sekolah.

 

“Mudah-mudahan dengan adanya film dokumentar ini semua alumni yang datang pada hari ini bisa tergugah hatinya agar bisa memberikan solusi terbaik untuk sekolah. Proses ini sangat menyedihkan, ” Harap Dian.

 

Kita merekrut dari angkatan 1980 yang kami sendiri angkatan  1999 tidak mengenal. Dari proses panjang ini  sebenarnya kami cuma punya keyakinan ingin menyambung tali silaturahmi dengan niat itu allhamdulillah semua angkatan yang sudah terekrut bisa hadir walupun hanya ada 17 angkatan  yang terdaftar dan hadir, ada 650 orang , tapi itu sudah mewakili dari 38 angkatan yang ada. Kami dari angkatan 1999 yang menggagas acara ini

 

Syahrudin yang merupakan salah satu guru di Smp Pamulang menjelaskan sedikit sejarah awal dari Smp Pamulang “SMP Pamulang berdiri tahun 1977 didirikan oleh Drs Bento Suradi yang bernaung di bawah yayasan Djojo Redjo,Smp pamulang diawal kemunculannya di terima baik oleh masyarakat karena memang tidak ada Smp, dulu di pamulang hanya  ada Smp Pamulang dan Smp Muhammadiyah 44,seiring perjalann waktu dengan liku-likunya Smp pamulang pernah merasakan masa kejayaan di tahun 1987 sampai tahun 1990an awal”jelasnya

 

Tetapi sesudah banyak sekolah yang menjadi alternatif pilihan masyarakat maka Smp pamulang dengan  keterbatasnnya mulai ditingglkan oleh masyarakat dan nilai jualnyapun sudah mulai berkurang,tetapi kalau berbicara mutu smp Pamulang tidak pernah kalah mutunya.tambahnya

 

Seperti di ceritakan dalam  film Dukumenter tadi bahwa salah satu sekolah swasta yg di percayai oleh Mentri Pendidikan,Smp Pamulang menerima tenaga pendidik yang diperbantukan yang di sebut guru Dpk itu terbanyak, itu sekitar 17 orang dan itu merupakan sebuah perjalanan emas bagi Smp pamulang.

 

Namun kembali lagi seiring berjalannya waktu,banyak berdiri Smp-Smp lain,

akibat sudah banyak pilihan itu maka Smp pamulang tergusur oleh jamannya ,Smp pamulang  semakin menjadi terbelakang karena tidak ada jalan akses untuk masuk,itu yang menjadi ironis bagi Smp Pamulang

Smp Pamulang pernah merasakan masa keemasannya di tahun 1988 sampai dengan tahun 1989 dan murid terbanyak ada pada tahun 1987 sampai dengan tahun 1992 .

Sekolah sampai saat ini masih berjalan dan masih tetap eksis namun hanya ada 14 orang murid

Mudah”an Allah membukakan pintu keluar bagi Smp Pamulang,harapnya

Bagi Syahrudin Smp Pamulang itu masih tetap ada karna terlalu banyak kenangan di Smp Pamulang untuk dirinya.

(nur)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tak Takut Akan Trauma Pedagang Pecel Lele Ini Tetap Berjualan Meski Sudah Dipukuli

Komline,Jakarta – Ya,jika nasi sudah menjadi bubur, perasaan trauma dan tidak tampaknya harus dibuang jauh-jauh …