Home / Kisah & Misteri / Rina Tak Sempat Katakan Ayah Anakmu Wisuda ! Bukhari Tak Kuat Sembunyikan Kesedihan Wajahnya

Rina Tak Sempat Katakan Ayah Anakmu Wisuda ! Bukhari Tak Kuat Sembunyikan Kesedihan Wajahnya

Link Banner

Komline, Jakarta- Sahabat komline, menggapai ilmu setinggi-tingginya hingga menjadi seorang sarjana dan bergelar hebat menjadi seorang wisudawan-wisudawati adalah bagian dari mimpi dari seorang anak untuk membahagiakan kedua orang tuanya. menjadi seorang sarjana, dengan harapan untuk menuntut kehidupan yang lebih baik, kesetaraan gender, menjadi sarjana siap pula untuk membangun regenerasi pendidikan yang lebih baik dari sebuah bangsa, (28/2)

Meski menjadi seorang sarjana juga tidak mudah untuk didapatkan. beberapa orang harus mengalami tantangan dari seorang dosen yang luar biasa, seperti pengujian mental, berbeda-beda, terkadang ada yang merasa depresi, ketidaknyamanan. Namun itu adalah bagian dari diri seorang sarjana yang kuat untuk menemukan bahwa itulah dunia seorang sarjana bagaimana ia dapat memandang dunia lebih maju untuk seorang sarjana itu sendiri. ada kebahagiaan sendiri ketika seseorang menjadi wisudawan-wisudawati. Terkait kisah menjadi seorang wisudawan ada hal-hal yang kadang unik, dari kisah para penulis karya ilmiah yang dituangkannya berbentuk skripsi itu.

Namun, kali ini kisahnya begitu berbeda dan menarik perhatian, sehingga membuat banyak orang menjadi terharu dan menyentuh hati dengan kisahnya. Mahasiswa sekaligus Alumni UIN AR-RANIRY Banda Aceh, kisah almarhum Rina Maharani kelahiran 16 Mei 1996 adalah seorang mahasiswa yang seharusnya mengikuti barisan dari wisudawan dan wisudawati saat acara digelar pada rabu februari (27/2) kemarin.

Selengkapnya:

Namun, tepat sehari setelah ia menyelesaikan sidang skripsi pada 4 Februari lalu, Rina yang merupakan mahasiswi program studi Kimia, Fakultas Tarbiyah itu meninggal pada 5 Februari 2019, setelah sempat dibawa kerumah sakit. Anak pertama dari pasangan Bukhari-Nur Bayani yang berasal dari  Cot Rumpun, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar itu di diagnosa oleh dokter  karena penyakit asam lambung yang dideritanya.

“Pulang sidang almarhum masuk rumah sakit. Kabarnya, asam lambungnya meningkat tinggi. Malam sakit, besoknya meninggal. Pada 24 Januari dia juga sempat koma,” ujar bagian akademik juga salah seorang panitia wisuda UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Saiful Efendi.

Karena putri kebanggannya telah tiada, sang ayah Bukhari(57) yang menggantikannya. ia tampak tak percaya saat berada di podium menggantikan sang anak seperti kebanyakan orangtua yang menghadiri acara wisuda anak mereka. Bukhari tampak rapi mengenakan kemeja berhias peci hitam saat menghadiri wisuda anaknya.

Suasana mulai haru saat Bukhari naik ke atas podium setelah nama anaknya dipanggil melalui pengeras suara. Dia tidak dapat menyembunyikan kesedihan dari raut mukanya, terlebih, saat Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin memeluk pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu.

Tak ada  peluk haru yang diterima Bukhari seperti yang sering dilakukan seorang anak kepada orangtuanya dalam acara wisuda. Hanya sebuah map berisi surat keterangan lulus (SKL) menggantikan semua itu.

“Itu (SKL) nanti kita simpan sebagai kenang-kenangan karena dari awal saya sudah menguliahkan almarhum. Seharusnya, dia yang pertama mendapat gelar sarjana di keluarga,” ujar Bukhari.

BACA JUGA:

Ini Kata Kapolsek Sukarame Soal Aksi Satu Warga Way Huwi Terjun Bebas Lampaui Batas Sampai Nekat Mati Bunuh Diri

Kisah Ibu Seneng Hidupi 4 Anaknya Dari Hasil Ngamen 1 Anak Berhasil Kuliah Di Univ Terkenal Di Jakarta

 

(SN)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Viral Curhatan Pria Yang Cuma Orang Kampung Penuhi Uang Panaik Wanitanya

Komline, Jakarta- Sahabat Komline, jika anda seorang pria, kemudian anda memiliki seorang kekasih dan tiba pula …