Home / Uncategorized / RIO CHANDRA KESUMA : SELAMAT DATANG GUBERNUR (BARU) SUMATERA SELATAN

RIO CHANDRA KESUMA : SELAMAT DATANG GUBERNUR (BARU) SUMATERA SELATAN

Link Banner Link Banner

Komline,palembang – Rasanya tinggal menunggu hitungan hari pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih sumatera selatan akan dilaksanakan di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia. Secara langsung hal tersebut juga akan mengalihkan tongkat estafet kepemimpinan sumatera selatan kepada gubernur dan wakil gubernur terpilih, hal ini berarti juga bahwa tidak lama lagi masyarakat/warga sumatera selatan, yang terdiri dari 17 kabupaten/kota akan memiliki pemimpin baru, gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) yang lalu.

Secerca harapan, sejuta asa dan segudang mimpi atas janji serta komitmen politik yang diumbar selama ini oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih, seketika akan menjadi tuntutan dari masyarakat (konstituen) pemilih, yang akan ditagih realisasi serta pembuktiannya.

Tentu, berbagai macam janji serta komitmen politik yang harus dipenuhi tidaklah semudah ucapan verbal yang pernah diucapkan pada saat masa sosialisasi (kampanye) yang lalu, namun hal tersebut butuh waktu, dukungan (support) semua element masyarakat guna menjadikan sumatera selatan yang lebih baik dan terdepan nantinya di tangan gubernur dan wakil gubernur (baru) sumatera selatan.

ISU KRUSIAL
Dari berbagai catatan perjalanan panjang pilkada sumatera selatan yang lalu, hingga akhirnya menemukan sosok gubernur dan wakil gubernur terpilih (pilihan mayoritas masyarakat sumatera selatan), terdapat salah satu hal krusial yang setidaknya (hampir) tidak pernah menjadi topik utama dalam pembicaraan atau perdebatan di ruang publik, baik itu pada masa sosialisasi (kampanye), debat publik cagub-cawagub, serta ruang dan forum interaktif lainnya, baik di media massa, elektronik, dsb.

Hal tersebut ialah terkait dengan kelanjutan program pembangunan yang ada di sumatera selatan, khususnya di palembang. Sebab, dapat dilihat bagaimana progress pembangunan yang sudah ada di sumatera selatan, seperti hal-nya jalan tol, moda transportasi LRT, pembangunan jembatan musi (penghubung), pembangunan dan penataan kawasan olahraga terpadu di Jakabaring Sport City, dan berbagai pembangunan infrastruktur (fisik) lainnya, yang tentu dapat dilihat secara jelas dan kasat mata dibangun dengan menghabiskan dana hingga triliunan rupiah.

Melihat banyaknya program pembangunan yang sudah berjalan, baik yang sudah selesai (on going) maupun dalam tahap proses penyelesaian (finishing), tentu akan sangat disayangkan jikalau gubernur dan wakil gubernur terpilih yang akan dilantik nantinya, tidak memberikan prioritas terhadap program pembangunan infrastruktur tersebut.

Sebab, jikalau kita melihat rekam jejak sejarah ataupun ketika berkaca pada suksesi kepemimpinan sumsel beberapa dekade (periode) sebelumnya, menjadi hal yang lazim dan lumrah dimana gubernur dan wakil gubernur (baru) terpilih, apalagi ketika gubernur dan wakil gubernur terpilih tidak memiliki afiliasi (baik secara politis, personal dan emosional) dengan kepala daerah (gubernur) sebelumnya, maka program pembangunan ataupun sarana dan prasarana (infrastruktur) pembangunan yang diwariskan dari kepemimpinan gubernur sebelumnya, tidak dilanjutkan atau bahkan ditelantarkan, sehingga berbagai infrastruktur tersebut menjadi terbengkalai dan sia – sia.

Inilah salah satu problem krusial, jikalau mengamati suksesi roda kepemimpinan yang ada di sumatera selatan dalam beberapa dekade sebelumnya, yang mana hal tersebut utamanya disebabkan karena masih tingginya ego sektoral (ego personal) dari gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk melanjutkan program pembangunan dari kepemimpinan (gubernur) sebelumnya, dan seketika dengan menafihkan keberlanjutan program pembangunan yang dicanangkan, lalu membuat pola pembangunan tersendiri yang tidak terintegrasi dengan program pembangunan sebelumnya.

Sejatinya memang persoalan ini tidak hanya menjadi masalah dalam lingkup domestik (regional), namun juga terjadi pada tataran nasional. Inilah pula yang sejatinya menjadi salah satu isue/masalah (strategis) nasional, terkait dengan sistem pembangunan berkelanjutan. Jika dibandingkan dengan konsep pembangunan di kota-negara lain, seperti Bangkok, Singapura ataupun Tokyo, pada dasarnya pembangunan di kota – negara tersebut memiliki kualitas pembangunan yang terintegrasi (integratif), perspektif jangka panjang (foorward looking) dan berkelanjutan. (Arif Budimanta dalam Bunga Rampai, 2005:375)

Mencermati persoalan krusial ini, tentu harus dilihat kembali komitmen yang jelas dan nyata dari kepala daerah terpilih. Setidaknya, dalam pengamatan secara kasat mata, gubernur dan wakil gubernur sumsel terpilih yang akan dilantik nantinya, dalam beberapa kesempatan di ruang publik, meskipun tidak secara deklaratif dan pasti, namun tetap memiliki komitmen untuk kembali melanjutkan program pembangunan yang sudah ada dan berjalan.

Pernah dalam satu kesempatan, saya secara langsung mendengarkan (secara verbal) komitmen dari gubernur sumsel terpilih, yang sejatinya akan mengambil dan mencontoh berbagai hal – hal yang baik dari seluruh gubernur sebelumnya (yang pernah memimpin sumatera selatan), tidak terkecuali gubernur periode sebelumnya.

Hal ini tentu, sangat diharapakan juga terkait dengan kelanjutan program pembangunan yang sudah ada dan berjalan di sumatera selatan, sebab akan sangat disayangkan ketika berbagai program pembangunan infrastruktur tersebut tidak diberikan prioritas, dalam arti ditelantarkan, di mana pembangunan infrastruktur tersebut dibangun dengan menghabiskan anggaran / pendanaan yang tidak sedikit.

Dapat kita lihat dan contoh salah satunya kawasan Jakabaring Sport City (JSC), yang saat ini merupakan salah satu icon kebanggan masyarakat sumatera selatan, yang juga menjadi pusat perhatian nasional dan internasional pasca penyelenggaraan Asian Games beberapa waktu yang lalu, yang tentu secara familiar sangat melekat sebagai legacy dari gubernur periode sebelumnya, tentu ke depan kawasan JSC memerlukan pemeliharaan (maintenance) dan pengelolaan serta support secara konkrit dari pemerintah provinsi sumatera selatan, khususnya di bawah kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur baru nantinya. Sebab, jikalau tidak diberikan support yang jelas dan nyata, sudah barang tentu kawasan JSC akan menjadi hamparan rumput ilalang, seperti kebanyakan venue olahraga di daerah-daerah lainnya, pasca dibangun dan digunakan setelah penyelenggaraan suatu event olahraga.

Hal tersebut tentu sangatlah tidak diharapkan, dan dengan harapan besar tidak akan terjadi ataupun mengulangi catatan buruk pengelolaan venue olahraga di berbagai daerah lainnya.

GAYA KEPEMIMPINAN
Sebagaimana yang sering dikumandangkan oleh gubernur terpilih pada zonasi waktu kampanye yang lalu, bahwa ketika bericara sumatera selatan, tentu tidak hanya berbicara dan serta merta tentang kota Palembang, namun ada 16 kabupaten/kota lainnya, yang juga harus diberikan skala prioritas pembangunan yang adil dan merata.

Hal tersebut memang benarlah adanya, namun setidaknya jikalau dicermati sejatinya hal tersebut hanyalah merupakan perbedaan dalam style leadership, yang tidak berbicara benar dan salah, tepat atau tidak tepat, namun berbicara ideal atau no ideal. Sejatinya konsep pembangunan yang adil dan merata merupakan pranata konsep pembangunan yang non-sentralistik, yang tidak hanya terpusat pada satu daerah/wilayah. (B.S. Muljana, 2001:3)

Semoga perbedaan pola atau gaya kepemimpinan tersebut, tidak mereduksi berbagai program pembangunan yang sudah ada dan berjalan saat ini, besar harapan gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya yang akan segera dilantik dapat melanjutkan program pembangunan yang sedang berjalan serta tetap memberikan prioritas terhadap pembangunan infrastuktur yang sudah ada (exist).

Terakhir, marilah kita lupakan perbedaan pilihan pada waktu pilkada yang lalu, saat ini bergegas kita satukan tekad untuk bahu membahu mendukung realisasi visi, misi dan program gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya yang akan segera dilantik, sebagai penutup tidak lupa kita ucapkan selamat datang gubernur (baru) sumatera selatan, selamat memimpin.

Oleh : RIO CHANDRA KESUMA, S.H., M.H. C. L. A.***

*** PENULIS IALAH PRAKTISI HUKUM, PEMERHATI SOSIAL & TENAGA AHLI DPR RI

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Putra Terbaik Sumsel Febuar Rahman, SH Siap Makmurkan OI Dan OKI

Komline, Palembang – Sebagai putra terbaik Sumsel asli keturunan Kijang kabupaten OKI, Febuar Rahman, SH …