Home / Berita Tokoh / Rizky Ardiyansyah : Masa Depan Pemuda (Milineal) Harus Berkonsoliasi Demi Masa Depan Dan Politik Indonesia Mendatang

Rizky Ardiyansyah : Masa Depan Pemuda (Milineal) Harus Berkonsoliasi Demi Masa Depan Dan Politik Indonesia Mendatang

Link Banner

 

Komline,Palembang– Pemuda merupakan tulang punggung suatu bangsa, jika ingin merusak suatu bangsa maka rusak lah pemuda nya. Pemuda sebagai generasi masa depan yang kelak akan menggantikan para birokrat serta pemimpin-pemimpin masa kini. Pemuda dewasa ini harus memiiki ciri khas atas kepemudaannya dan terus turut berpartisipasi dalam pembangunan di sektar tempat tinggalnya maupun pembangunan secara nasional. Pemuda harus menorehkan kontribusi agar eksistensi mereka nampak dan tidak diragukan lagi akan kontribusi yang diberikan baik skala lokal maupun global. Pemuda harus mampu menginventarisir, mengelola dan menganalisa serta memberikan terapi yang konstruktif atas persoalan rakyat, persoalan bangsa yang begitu kompleks. Tentu menjawab itu bukan dengan segudang teori yang pernah didapat di bangku sekolah maupun dikampus perjuangan. Persoalan rakyat da bangsa ini adalah persoalan kerja nyata.

Banyak sekali pribahasa yang menceritakan tentang pemuda, mulai dari pemimpin pemimpin yang berpengaruh di dunia bahkan bapak pendiri bangsa Indonesia Ir. Soekarno yang pernah mengatakan ” beri 10 pemuda maka akan ku guncang dunia”  di era baru ini pemuda dikenal atau di identikan dengan kata Milineal atau generasi Y dan istilah ini di usulkan oleh seseorang sosiologis bernama Neil Howe dan William Strauss dalam buku ” Generations” pada tahun 1991.

Berbicara tentang pemuda atau generasi milineal itu sendiri menurut pengklasifikasiannya berdasarkan  kelompok yang lahir pada tahun 1980-1990 atau pada awal 2000 dan seterusnya. Menurut lancaster dab stillman ( 2002 ) dalam risetnya menyimpulkan bahwa generasi Y dikenal sebutan generasi Millenial atau milenium mereka yang lahir antara 1980-1995.

Generasi milenial ini banyak menggunakan teknologi komunikasi atau internet yang sering kita lihat generasi booming masa kini, mereka mengenal ( Instagram, Facebook, Whatshapp dll. ) menurut data BPS ( Biro Pusat Statistik ) tahun 2018 lalu tercatat, bahwa populasi generasi milenial indonesia sekitar 90 juta orang.

Jumlah penduduk negara indonesia usia 20-40 tahun perkiraan ditahun 2020 mendatang berjumlah 83 juta  atau 34% dari total penduduk indonesia yang mencapai 271 juta jiwa.

Potensi yang begitu besar bagi pemuda atau generasi milenial disambut baik dan menjadi perhatian khusus bagi para politikus yang ingin melanggengkan kekuasaan maupun bagi mereka yang ingin menjabat menjadi eksekutif dan legeslatif di era demokrasi ini.

Politik dari masa ke masa

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih apapun khususnya kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Disamping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, antara lain politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama ( teori klasik Aristoteles).

Indonesia sendiri pernah mengalami pergantian sistem politik berdasarkan ketentuan ketentuan dalam UUD 1945. Sistem politik Indonesia mengalami banyak perubahan sesudah adanya amendemen.

Sistem politik Indonesia sebelum Amendemen UUD 1945 Indonesia adalah negera kesatuan yang berbentuk republik. Berarti kedaulatan memang benar benar di tangan rakyat dan sepenuhnya itu dijalankan oleh MPR, itu berarti Indonesia menganut sistem presidensial yang mana kedudukan presiden itu sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan. UUD 1945 lah yang mengatur kedudukan dan tanggung jawab penyelenggaraan negara, kewenangan negara, tugas dan hubungan anatara lembaga lembaga negara. Juga UUD 1945 lah yang mengatur hak dan kewajiban dari warga negara itu sendiri.

Adapula sitem politik Indoensia yang pernah dianut pasca Amendemen UUD 1945 bahwa negara :
1.Negara adalah bentuknya kesatuan sedangkan bentuk pemerintahan adalah republik. NKRI terbagi menjadi 34 daerah provinsi menggunakan prinsip desentralisasi yang luas, nyata dan bertanggung jawab.
2.
Kekuasaan eksekutif itu ada ditangan presiden
3.Lembaga tertinggi negara seperti MPR,DPR,DPD, BPK, Presiden, MK,KY dan MA.
Nah, pada prinsip nya sistem apapun yang di pakai oleh negara jika memang pemimpin suatu negera punya perhatian khusus untuk rakyat dan menjalakan amanah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya maka terjadilah negara yang di inginkan yakni Indonesia raya.

Tantangan pemuda atau Generasi millenial

Seiring berjalannya waktu kita tahu bahwa generasi ke generasi memiliki tantangan dan jalannya masing-masing untuk melewati fase-fase menuju kemerdekaan baik secara individu mapun merdeka secara bangsa. Saya percaya bahwa pemuda dan millenial masing masing memiliki impian untuk perbaikan bangsa agar menjadi bangsa yang di impikan oleh seluruh rakyat indonesia. Pemuda pemikirannya sangat dibutuhkan dalam sebuah pembangun bangsa maupun dunia. Itu semua perubahan di awali atau dipelopori oleh barisan muda baik pemua yang ada di Indonesia mapun di negara negara tetangga bahkan yang ada di ujung dunia.

Kita mengenal mahatma gandi ? apa yang disampaikannya ya ” Be the change you wish to see in the world” jangan mengandalkan orang lain untuk melakukan perbaikan, tapi kita harus mau turun tangan untuk melakukan perbaikan yang kita inginkan.

Tantangan pemuda dan generasi millenial meraka adalah yang sangat mahir dalam menjalakan teknologi. Dengan kemahiran itu generasi ini memiliki peluang yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Namun ada juga  beberapa kelemahan dari generasi millenial ini berdasarkan yang saya baca, dikatakan mereka millenial cendrung tidak peduli terhadap keadaan sosial, termaksud politik dan ekonomi. Mereka cendrung fokus kepada pola hidup kebebasan dan hedonisme dan hura hura. Mereka lebih cendrung memilih hal yang sifatnya instans dan tidak menghargai proses. Tentu itu menjadi tantanagan bagi generasi ini.

Kita tilik saja pesta demokrasi yang beberapa bulan baru dilaksanakan ini disampaikan oleh forum Indonesia Muda Cerdas. Disampaikan generasi millenial berusia 15-34 tahun

tersebut memiliki populasi yang cukup besar yakni 34,45 % ” dalam konteks politik, pemilih millenial dalam DPT ( Daftar Pemilihan Umum ) tetap KPU ( Komisi Pemilihan Umum ) disebutkan proporsionalnya sekitar 34,2 % dari total 152 juta pemilih dan keberadaannya kerap disebut bakal menentukan arah politik bangsa Indonesia kedepan.” Ujar Asep, di Jakarta, Sabtu (15/09/2018).

Walau demikian, kita tahu generasi ini tidak selalu mendukung atau memilih calon yang berasal dari generasi mereka. Nah itu letak dari sebuah tantangan yang ada di dalam diri generasi millenial itu sendiri.

Solusi dan peran pemuda atau generasi millenial

Dari ulasan diatas kita akan mencoba menyimpulkan bagaimana seharusnya peran dan solusi kongkrit yang harusnya dilakukan oleh generasi ini. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperanserta dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia ini. Tidak dapat disengkal bahwa politik sudah terlalu lama disalahgunakan oleh orang-orang opportunist demi sebuah jabatan, kekuasaan dan uang semata. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa calon pemimpin masa depan yang proaktif dan harus terus memberikan kontribusi dari sektor manapun, entah sosial, budaya, seni, ekonomi dll. Salah satu bentuk solusi yang kongkrit demi masa depan bangsa Indonesia masa yang akan datang yakni pemuda harus ikut berpartisipasi dalam merancang, merumuskan kebijakan-kebijakan yang pro atau berpihak kepada rakyat. Pemuda harus ikut berpolitik aktif dan pemuda atau millenial ini harus melakukan akselerasi perubahan di dalam lingkaran kekuasaan.

Mengapa karna kita pemuda adalah kekuatan dan melihat data yang disajikan generaasi millenial ini memiliki peluang yang sangat besar untuk berperan aktif dalam menyumbang atau mendulang suara ketika pesta demokrasi dilaksanakan. Oleh karena itu pemuda harus memiliki wakil atau keterwakilannya baik di eksekutif di daerah maupun legeslatif.

 

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tokoh Pemuda Sumsel Harda Belly Berharap KPU Jangan Loloskan Pemakai Narkoba ,Pejudi ,Pezina Maju mencalonkan Diri Pilkada 2020

Komline ,Jakarta– Mewujudkan Kepala Daerah yang Berkualitas, Pilkada Serentak Harus Didukung Penyelenggara dan Masyarakat Berkualitas …

%d bloggers like this: