Home / Berita Tokoh / Sekjend PPP Tidak Ingat Pernah Beri Dukungan Untuk Calon Bupati Ahmad Wazir Noviadi Yang Pernah Tersandung Kasus Narkoba

Sekjend PPP Tidak Ingat Pernah Beri Dukungan Untuk Calon Bupati Ahmad Wazir Noviadi Yang Pernah Tersandung Kasus Narkoba

Jakarta – Sekjend DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengaku tidak ingat perihal surat keputusan partainya yang diberikan kepada bakal pasangan calon Bupati-calon wakil Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi dan Ardani untuk Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

“Saya tidak ingat persis, harus cek lagi,” ujar Arsul ketika dihubungi melalui pesan Whats up, Selasa (23/6/2020).

Pernyataan Arsul ini merupakan jawaban ketika ditanya apakah surat rekomendasi dukungan kepada pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi dan Ardani benar atau tidak.

Sebab, beredar surat dukungan berlogo PPP untuk Ahmad Wazir Noviadi dan Ardani. Surat dukungan berlogo ka’bah tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PPP Fernita Jubahar Amirsyah dan Arsul Sani sebagai Sekjend.

Dalam surat itu disebut surat rekomendasi dukungan PPP pusat ini berdasarkan penjaringan dan usulan dari DPW PPP Sumatera Selatan. Ada lima poin yang tertera dalam surat rekomendasi dukungan untuk Ahmad Wazir Noviadi dan Ardani itu.

Pada point pertama dalam surat tersebut tertulis “DPP Partai Persatuan Pembangunan untuk merekomendasikan Sdr. Ahmad Wazir Noviadi sebagai calon Bupati Ogan Ilir dan Sdr Ardani sebagai Calon Wakil Bupati Ogan Ilir periode 2020-2024”.

Dan tembusan surat rekomendasi PPP ini ditujukan kepada Ketua Umum (Plt) dan DPC PPP Ogan Ilir.

Untuk diketahui, Ahmad Wazir Noviadi pernah menjadi Bupati Ogan Ilir kurang lebih sebulan pada 2016 lalu. Dia kemudian ditangkap BNN karena kasus menyalahgunakan narkoba. Namun, Hakim Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan vonis rehabilitasi 6 bulan kepada Ahmad Wazir Noviadi.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tidak Ada Diskualifikasi, Berikut Aturan Baru Pilkada Serentak 2020

Komline, ­­­­Jakarta– Sebelumnya, sejumlah pihak menyarankan sanksi diskualifikasi untuk pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama …

%d bloggers like this: