Home / Berita Tokoh / Soal Kasus Money Politic di Lahat, Susno Duadji : Nyatanya Suap, Ngapain Polisi Harus Nunggu

Soal Kasus Money Politic di Lahat, Susno Duadji : Nyatanya Suap, Ngapain Polisi Harus Nunggu

Link Banner

Komline, Jakarta– terkait kasus money politik yang terjadi di kabupaten Lahat, Komjendpol (Purn) Susno Duadji, memberikan statementnya soal tindakan penegakan hukum yang harus menindak tegas para dalang maupun bandar money politik.

Menurutnya, polisi harus segera menindak tegas semua pihak yang terlibat dan tidak perlu menunggu Panwaslu. (10 Juli 2018)

“Jadi soal kasus Lahat, sepanjang itu sudah nyata suap ngapain polisi harus nunggu. Ini catat dan ditulis ya. Jangan kita menjadi mental bengkok, seolah-olah harus nunggu Panwas. Kalau begitu rusak republik ini, berarti kita berlindung untuk tidak bekerja atau berlindung untuk mendiamkan,” kata Susno Duadji kepada awak media, usai diskusi aktivis Perkumpulan Gerakan Kebangsaan bertajuk ‘Membongkar Kejahatan Money Politic pada Pilkada 2018: Antara Regulasi dan Tradisi di Jakarta.

Menurut Susno, aturan pengusutan kasus dalam UU Pemilu dan Pilkada sama sekali tidak mengesampingkan hal-hal yang telah diatur di dalam KUHP, KUHAP dan UU KPK.

“Perlu diingat UU Pemilu tidak mengesampingkan aturan pidana dalam KUHAP dan KUHP khusus Pasal tentang penyuapan, juga UU KPK Pasal tentang Korupsi. Jadi kalau ada suap cukup satu lembar amplop berisi uang Rp10 ribu saja sudah cukup, tak perlu menunggu harus 50 persen kecamatan,” tegas Susno.

Sebagai ilustrasi, Susno juga mencontohkan apabila ada tindak pidana pembunuhan dalam proses pilkada maka polisi juga tak perlu menunggu Panwas untuk menangkap pelaku karena aturan dalam KUHP sudah jelas.

Susno menjelaskan dari sisi teknik penyidikan, menangkap pelaku kasus money politic lebih gampang daripada tindak pidana pencurian jemuran, karena disitu sudah jelas pelaku penyuapan, ada pasangan calon, timses, ada penerima dan penyedia dan Seharusnya, kata Susno Panwaslu yang aktif sendiri.

Sebelumnya, sejumlah pihak mengeluhkan lambannya penanganan kasus money politic pilkada Lahat yang dilakukan oleh pasangan Cik Ujang-Haryanto.

“Memang sudah ada yang tersangka. Tapi aktor utama money politic yang sangat nyata membagi-bagikan uang seperti diperkuat kesaksian warga belum juga ditetapkan tersangka. Seperti kakak beradik ponakan Cik Ujang yaitu anggota DPRD Lahat fraksi Demokrat, Fitrizal dan Dadang Ketua RT di Pasar Bawah. Ada juga Iwan Sami dari Tanjung Aur Kikim Tengah, dam tentu saha korporasi penyuplai dananya mereka semua layak tersangka,” kata koordinator Pergerakan Pemuda Sumsel Menolak Money Politik (PPSMMP) Ryan Hidayat, beberapa waktu lalu.

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Pengukuhan Pengurus Baru IKA SMANSA Baturaja

Komline, Baturaja – Berada di lapangan upacara SMA Negeri 01 Baturaja, Kabupaten OKU, Provinsi Sumsel, …