Peristiwa

Soal Konflik PSN Rempang Eco-City, Fawwaz M Aljawi: Brutal dan Rakyat Jadi Korban Investasi

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Komeringonline, Lamongan – Tokoh pemuda Lamongan dan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Fawwaz M Aljawi, menyoroti konflik agraria PSN Rempang Eco-City yang terjadi di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Menurutnya, investasi tidak boleh mengorbankan rakyat.

“Tujuan investasi tentu sangat baik dan semua negara membutuhkan itu namun yang mesti menjadi prioritas adalah rakyat. Jangan sampai adanya investsasi malah menjajah rakyat sendiri,” kata Fawwaz dalam keterangannya, Minggu (17/9/2023).

Fawwaz menyesali bentrokan yang terjadi di Pulau Rempang antara warga setempat dengan aparat kepolisian. Hal itu menurut Fawwaz tidak akan terjadi kalau mengedepankan dialog.

“Warga yang merasa sudah menempati Pulau Rempang puluhan tahun dan sudah sejak nenek moyangnya tentu akan menolak kalau diusir dari tanahnya sendiri apalagi dengan dipaksa,” ungkapnya.

“Apapun alasannya tidak bisa dibenarkan kalau merampas hak rakyat, karena itu butuh solusi dengan dialog,” imbuhnya.

Demikian juga, mantan Ketua Pimpinan Komisariat IMM Fisip UIN Syarif Hidayatullah itu meminta DPR RI untuk turun tangan dalam penyelesaian masalah yang terjadi di Pulau Rempang.

“DPR jangan diam, rakyat butuh perhatian. Masak masalah yang bersentuhan langsung dengan rakyat hanya diam saja,” tuturnya.

“DPR itu perwakilan rakyat yang harus ada di garda terdepan untuk membela rakyat jangan hanya sibuk mencari suara saat masa kampanye saja,” lanjutnya.

Terakhir, Fawwaz berharap semua ini akan segera ada solusinya dan pastikan investasi itu membawa kesejahteraan terhadap rakyat.

“Dengan alasan apapun, merampas hak rakyat itu haram dan dilarang oleh Undang-undang jadi kembalikan tujuan investasi itu untuk kesejateraan rakyat bukan sebaliknya,” tandasnya.

Facebook Comments

Related Articles

Back to top button