news

Soroti Wacana Menjadikan Surabaya sebagai Ibu Kota Provinsi Madura, Hafidz: Sia-sia dan Tidak Akan Terwujud

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Komeringonline, Jakarta – Isu menjadikan Surabaya sebagai ibu kota pembentukan provinsi Madura dianggap sebagai wacana yang tidak mungkin bisa terwujud.

Hal itu disampaikan oleh koordinator penasehat Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura (IKMM) Mohammad Hafidz Kudsi pada Rabu (15/5/2024).

Menurutnya, Surabaya memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dilepaskan dari provinsi Jawa Timur.

“Surabaya itu dari sejarahnya memang tidak bisa dilepaskan dari provinsi Jawa Timur, sudah menjadi satu kesatuan yang tidak mungkin gabung dengan Madura,” kata Hafidz.

Hafidz juga menjelaskan tentang latar belakang sosial-budaya yang jauh berbeda antara Surabaya dan Madura. Sehingga, kata Hafidz, wacana tersebut hanya akan sia-sia bahkan akan mendapat penolakan dari warga Surabaya dan Madura.

“Untuk menyatukan budaya yang berbeda antara Surabaya dan Madura nyaris mustahil,” terangnya.

Namun Hafidz tidak setuju apabila warga Surabaya dianggap lebih modern dari warga Madura yang dinilai masih kampungan.

“Tapi bukan lantas warga Surabaya lebih superior dari warga Madura hanya karena dinilai kampungan,” ucapnya.

“Warga Madura hanya tidak ingin menghilangkan identitas sebagai bentuk kebanggaan di manapun berada bahkan warga Madura banyak sekali yang tinggal di Surabaya yang pastinya sudah mengenal kemajuan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hafidz sangat setuju apabila Madura menjadi provinsi dengan cara pemekaran satu Kabupaten di Madura sehingga mencukupi syarat yang ditentukan Undang-undang.

“Mestinya salah satu Kabupaten yang ada di Madura di mekarkan sehingga menjadi 5 Kabupaten untuk memenuhi syarat pembentukan provinsi,” tandasnya.

Facebook Comments

Related Articles

Back to top button