Home / Berita Tokoh / Strategi Jokowi Yang Konsisten Menggerakan Perekonomian Umat Islam

Strategi Jokowi Yang Konsisten Menggerakan Perekonomian Umat Islam

Link Banner

Komline, Jakarta- Perhatian presiden Jokowi terhadap umat Islam bukan hanya dalam bentuk silaturahim dengan ulama, tetapi juga diwujudkan melalui sejumlah program di kementrian dan lembaga terkait, (15/11).

Politisi Golkar, Idrus Marham yang menjadi Menteri Sosial dikabinet kerja, pernah bercerita tentang perbincangannya bersama Jokowi terkait kondisi umat Islam Indonesia.

Jokowi sangat menyadari bahwa secara sosiologis umat Islam di Indonesia adalag mayoritas. Sehingga jika berhasil memberdayakan umat Islam, makan sebagian besar masalah bangsa ini selesai.

“Karena itu pak Mensos, mari kita pastikan agar sebagian besar umat yang masih miskin bisa kita atasi bersama, ” kata Idrus yang mengutip presiden Jokowi.

Dalam berbagai kesempatan Jokowi mengatakan bahwa produk pesantren dapat menjadi sarana pengembangan ekonomi umat. Karena itu, ia mendorong pondok pesantren untuk mendirikan dan mengembangkan kegiatan usaha sesuai dengan potensi sumber daya yang ada di sekitar pondok.

Komitmen presiden Jokowi dalam menggerakkan potensi pesantren, antara lain ditunjukkan dengan menghadiri peresmian program pesantren-preneur di Pondom Pesantren Bayt Al-Hikmah, kota Pasuruan pada pertengahan Mei 2018. Program pesantrenpreneur ini dibidangi oleh Ketua HIPMI Jawa Timur Mufti Anam yang juga pengasuh pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan.

Pesantrenpreneur adalah program pemberdayaan ekonomi melalui pondok pesantren yang akan dijalankan secara terintegrasi, mulai dari pelatihan, pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok pesantren, seperti membuat roti, air minum dalam kemasan, dan pengolahan sampah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menyatakan, politik pembangunan pemerintahan Jokowi yang memprioritaskan pengentasan kemiskinan, dan sebagian besat didalamnya adalah umat Islam, sesuai dengan pandangab para ulama. Sebab, para ulama berpendapat bahwa menghilangkan kemiskinan hukumnya minimal fardu kifayah.

Ma’ruf Amin mengutip kitab Fathul Muin yang menyebutkan salah satu fardu kifayah adalah mencegah bahaya kelaparan. Bukan hanya bahaya kelaparan pada kaum muslimin, tapi juga non muslim. Artinya, kalau di satu lingkungan ada yang kelaparan, apakah mereka umat Islam atau Non Islam, maka umat Islam berdosa semua.

Menurut Ma’ruf Amin, umat Islam Indonesia saat ini dalam kondisi lemah secara ekonomi. Ini yang diwarisi oleh pemerintah Jokowi akibat kekeliruan pembangunan ekonomi masa lalu, yaitu trickle down effect yang memprioritaskan konglomerasi.

“Tetesan berdasarkan konsep ekonomi di zaman orde baru itu ternyata tidak bisa mengentaskan rakyat miskin, tidak terbukti, “kata Ma’ruf Amin.

Bahkan KH Ma’ruf Amin juga mengapresiasi kebijakan presiden Jokowi untuk mengentaskan kemiskinan rakyat melalui program Kemitraan dan Redistribusi aset dalam bentuk membagikan lahan langsung kepada pesantren dan koperasi. Ada jutaan hektar lahan yang akam dibagikan ke pesantren dan koperasi sebagai program redistribusi aset.

Sumber : Jokowi Istiqomah Membangun Negeri (Reliji) Relawan Indonesia Jokowi

(SN)

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Reuni Akbar! Film Dokumentar Dibalik Tergusurnya Tonggak Sejarah SMP Pamulang 

Komline , Jakarta – Reuni akbar SMP Pamulang Yayasan Djojo Redjo kota Tangsel menayangkan cerita …