Home / Berita Tokoh / Susno Duadji : Meremajakan Tanaman Kopi

Susno Duadji : Meremajakan Tanaman Kopi

Link Banner Link Banner

Komline,Pagaralam, Adalah sentra kooi Rubusta di Sunatera Selatan, dan aroma kopinya sangat digemari oleh para pecandu kopi senior,
Penjajah Belanda sampai membangun beberapa onderneming (Perkebunan) kopi di daerah Pagaralam , hasilnya tentu diangkut dan di pasarkan di pasar kooi dunia untuk menambah isi kocek penjajah.

Tentunya Belanda tidak asal pilih wilayah untuk menanam dan menghasilkan kopi terbaik,

Sampai saat ini mata pencaharian mayoritas penduduk Pagaralam adalah petani Kopi, sepanjang mata memandang mulai mendarat di Bandara Atung Bungsu, Pagaralam samai kemanapun tujuan kita di Wilayah ini kita akan disuguhi oleh pemandangan yang hijau dan subur Kebun Kopi Rakyat,

Tanaman kopi baru akan panin dengan buah yang lumayan adalah setelah 3 tahun ditanam, waktu cukup lama , kan,
Dan tanaman kopi dalam keadaan normal / konvensional akan berbuah cukup baik sampai dengan usia 8 sampai 10 tahun , setelah itu buahnya semakin berkurang dan biasanya petani akan meninggalkan kebun tersebut untuk membuka lahan kebun baru, atau menebang tanaman kooi yang sudah tua kemudian menanam kopi baru,

Petani akan menunggu waktu lebih dari 3 tahun baru bisa panin kopi lagi, tenggat waktu yang sekian tahun ini adalah masa penantian yang sangat lama bagi petani dan perlu dana yang lumayan untuk menopang kehidupan rumah tangga selama 3 sampai 4 tahun,

Susno Duadji

Beruntung saat ini ditemukan pola peremajaan kebun kopi dengan cara stik,
Ada dua cara :
1. Pohon kopi yang sudah tua tetap dipelihara dengan baik, dibiarkan tetap berbuah, kemudian dipilih beberapa tunas yang bagus untuk distik dengan kopi pilihan (unggul), setelah tunas hasil tunas stik sudah berbuah biasanya lebat sekali maka bagian yang lain dipotong, hanya dipelihara pohon kooi hasil stik, biasanya 1 sampai 1,5 tahun tunas yang distik sudah berbuah kebat,
Jadi petani tidak mengalami krisis moneter yang terlalu lama dan berat,

2. Cara ke dua pohon kopi yang sudah tua dipotong dengan ketingiian disisakan sekitar satu meter, biarkan samapai tinasnya tumbuh kunayan banyak, kemudian dipilih dan dipelihara maksimal 2 tunas yang unggul , setelah tubas beumur sekitar 6 bulan lalu distik dengan tunas kopi berkwalitas baik, maka sekitar 1 sampai 1,5 tahun kopi stik tadi sudah menghasilkan buah yang lebat sekali,

Sedangkan menanam kopi dari sejak awal dengan bibit hasil semaian hanya dilakukan untuk pembukaan lahan kebun kopi baru,

Demikianlah methode para petani untuk menghasilkan kopi terbaik dengan buah yang lebat tanpa menunggu waktu lama,

Saat ini ditunggu peran pemerintah untuk membina kebun kopi rakyat dan menjaga stabilitas harga, dan lebih penting dari pada itu, bagaimana membina petani kopi agar menjadi agro bisnis dan agro industri,

Salam petani

Susno duadji
Petani Pagaralam

 

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Tiba di SMPN 13 OKU

Komline, OKU – Kedatangan tim Penilai dalam rangka lomba sekolah sehat tingkat Provinsi Sumatera Selatan …