Home / Curhat Om / Susno Duadji : Petani Harus Cerdas, Manfaatkan Bertani Ke Pola Modern

Susno Duadji : Petani Harus Cerdas, Manfaatkan Bertani Ke Pola Modern

Link Banner

Komline, Pagaralam- Sebagai daerah yang didominasi pekerjaan sebagai petani karet, padi, kopi, sayur dan buah-buahan, nasib petani di Pagaralam, tak jauh berbeda dari petani yang ada di Indonesia pada umum nya, hidup pas-pasan dan lebih banyak kurang dari pada cukup.

Susno Duadji mengungkapkan, pola bertanam petani masih kebanyakan konvensional, kalau sudah bersawah maka akan sulit untuk beralih ke tanaman lain ; seperti berkebun lada, hortikultura, dan tanaman lainnya.

“Semisal sawah ditanami padi dengan harga gabah rp. 4,000 per kg, maka kalau punya sawah 0,5 sd 1 Ha akan sulit hidup di atas rata-rata, mengapa ? Ya karena harga gabah berada pada kisaran rp. 4,000 per kg, kalau dikurangi ongkos garap, pupuk, bibit, ongkos panin, biaya hidup selama 6 bulan , ya hasilnya pasti hanya pas-pasan dan lebih banyak tekor, dan hutang,”(24/4) kata Susno Duadji.

“Tapi kalau seandainya lahan sawah 1 Ha kita tanaman lada akan dapat 600 sd 800 pohon, kopi akan dapat 3,000 pohon dan ditanam jagung manis atau cabai setan, tomat pada lahan yang sama, hasilnya ya Alhamdulillah dan ada aneka tanaman sehingga petani tidak putus dari pemasukan,” sambungnya.

Demikian pola perawatan kopi tidak lagi ke pola konvensional ; kalau pohon sudah tua ditebang dan buat tanaman baru, maka masa panen akan lama perlu waktu sampai tiga 3,5 tahun, tapi kalau pohon yang sudah tua di stek dengan tunas tanaman yang unggul maka hasilnya akan bagus dan tidak ada masa kekosongan panen kopi.

Jadi pergeseran pola dan jenis tanaman serta teknologi bertanam sangat diperlukan, apalagi kalau ditunjang dengan mesin pertanian yang tentunya harus dibantu oleh pemerintah maka hasilnya akan baik sekali.

“Sudah harus ada pergeseran dari bertani konvensional ke pola modern. Memanfaatkan teknologi, pasca panen sudah harus ada sentuhan agro bisnis dan agro industri walaupun dalam skala kecil, petani pun sudah harus peka terhadap kebutuhan pasar,” jelasnya.

Ia menekankan kepada pemerintah untuk lebih banyak turun menyatu dengan petani. Serta memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani-petani di Indonesia.

(sn)

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Di Tanjung Manggus, Suami Sembelih Istri Diduga Karena Cemburu

Komline – Salah satu penyebab percekcokan dalam rumah tangga yaitu karena adanya rasa cemburu yang …