Home / Berita Tokoh / Susno Duadji Sesalkan Pemecatan Dokter Terawan Soal Brain Wash

Susno Duadji Sesalkan Pemecatan Dokter Terawan Soal Brain Wash

Link Banner

Komline, Jakarta– Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) telah menjatuhkan sanksi pelanggaran berat berupa pemberhentian sementara kepada Mayjen TNI Dokter Terawan Agus Putranto Sp.Rad dari keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang juga menjabat sebagai kepala Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Pelanggaran tersebut diduga karena masalah kode etik yang dilakukannya sebagai dokter yang menerapkan terapi cuci otak atau Brain Wash.

Kasus ini pun telah menarik perhatian sejumlah kalangan elite politik, militer, bahkan masyarakat yang mengutarakan pendapatnya di media sosial.

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, SH. M. Schal pun, turut memberikan tanggapan atas kasus yang menimpa dokter jenius itu. Dirinya kaget dengan keputusan IDI dalam menjatuhkan pemberhentian sementara dokter Terawan yang selama ini banyak menyembuhkan orang.

“Ini sangat mengagetkan di dunia medis, karna dokter Terawan penemu teraphy cuci otak dan banyak memyembuhkan pasien stroke,”(10/4) ungkapnya .

Lebih lanjut Mantan Kabareskrim ini menceritakan, dari berita di media sosial dan informasi didapat dari teman nya yang pernah teraphy ke dokter Terawan, ia sangat menyesalkan tindakan IDI dan tak banyak yang membela dan mendukung dokter Terawan.

“Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya Ia tidak melihat ada pelanggaran sedikitpun yang dilakukan oleh dokter Terawan hingga harus dipecat, bahkan tidak ada catatan pasien yang meninggal akibat terapi cuci otak ala dokter Terawan,”Jelas Susno Duadji.

Susno Duadji juga menilai, pemberhentian sementara Mayjen TNI Dokter Terawan adalah ketersinggungan dari pihak Ikatan Dokter Indonesia yang merasa tersaingi dengan metode temuan kepala RSPAD itu.

“Pemecatan ini kok nampak lebih pada ketersinggungan IDI dari penemuaan Metode pengobatan yang ia temukan dan sukses, Apakah IDI sudah Meneliti para pasien yang telah sembuh dari stroke, atau lebih pada sisi iri dan takut tersaingi dengan methode temuan dr Terawan, “ENTAHLAH”, ujar Susno keluh.

Susno Duadji, bahkan menilai metode penemuan secara medis brain wash oleh dokter Terawan seharusnya diapresiasi oleh pemerintah bukan dengan pelarangan praktek dan pemberhentian sementara oleh pihak Ikatan Dokter Indonesia kepada dokter Terawan.

“Seberapa jauh kewenangan IDI sampai melarang praktek, bukankah masih ada menkes, seharusnya cuci otak menggunakan teknologi Digital Subatraction Angiography (DSA) itu patut diapresiasi karena terbukti telah membantu menyembuhkan pasien, semoga pemerintah, menkes dan panglima TNI bisa turun tangan, “pungkasnya.

(Hd)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Terungkapnya Kasus Pencurian Dalam Pasal 363 KUHP di Polsek Penjaringan Jakarta Utara

Komline,Jakarta-Pada hari Senin 3 September 2018 pada pukul 11.30 wib bertempat di sebuah SPBU PIK …