Home / Peristiwa / Terluka Parah, Orang Utan (Pongo Abelii) Sumatera Di DOR 74 Peluru di Aceh

Terluka Parah, Orang Utan (Pongo Abelii) Sumatera Di DOR 74 Peluru di Aceh

Link Banner

Komline, Jakarta- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evakuasi orangutan sumatera (Pongo abelii) di kebun warga tepatnya di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam setelah mendapat laporan dari masyarakat, pada sabtu kemarin, (13/3).


Tim BKSDA Aceh bersama dengan personel WCS-IP dan HOCRU-OIC turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi dua individu orangutan terdiri dari anak dan induknya.

Dari pemeriksaan awal di lapangan, diketahui bahwa induk orangutan dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Selain itu didapati juga kedua mata induk orangutan terluka parah karena tembakan senapan angin. Sedangkan bayi orangutan yang berumur 1 bulan, dalam kondisi kekurangan nutrisi parah dan shock berat.

Tim kemudian bergegas membawa kedua orangutan tersebut ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif. Namun dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi.

Dari hasil pemeriksaan x-ray di Pusat Karantina Orangutan, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan. Kondisi orangutan masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensive 24 jam.

Induk orangutan sumatera berusia sekitar 30 tahun tersebut selanjutnya diberi nama HOPE yang berarti “HARAPAN”, dengan harapan, Hope bisa pulih dan bisa mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. dilansir dari KLHK mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan masyarakat yang membantu dalam evakuasi orangutan HOPE.

Sementara itu, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi. BKSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya, di Subulussalam ini.

BACA JUGA:

Nyaris Bentrok, Segerombolan Orang Ingin Berusaha Merebut Lahan parkir Di Area Pasar Kab. Lahat 

Gubernur Sumsel Herman Deru Tegaskan SFC Tak Bakal Dikelola Keluarga

(SN)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Berawal Dari Cerita Anak Ke Teman ‘Minta Buka Paha’ Seorang Bapak Di Banyuasin Dibekuk Polisi

Komline,Banyuasin- Tersangka berinisial MK (49) warga Jalan Lapas, Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, …