Home / Peristiwa / Tuntut Keadilan, Petani Sumut Gelar Aksi Jalan Kaki ke Istana Negara

Tuntut Keadilan, Petani Sumut Gelar Aksi Jalan Kaki ke Istana Negara

Komline, Jakarta– Dalam rangka menuntut keadilan atas sengketa tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) dengan PTPN II, sebanyak 170 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Petani Mencirim Bersatu (SPMB) asal Sumut (Sumatera Utara) menggelar aksi jalan kaki menuju Istana Negara dari Desa Simalingkar dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang sejak 26 Juni 2020.

Dalam menjalankan aksi tersebut, hari ini Selasa (4/8/2020) para petani tersebut telah sampai di Kota serang. Kedatangan mereka disambut oleh berbagai elemen mahasiswa di Banten, diantaranya KBM BEM Untirta, BEM Uniba, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Untirta, IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Kota serang, SWOT (Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik) Cabang Serang, MAPING (Mahasiswa Pinggiran) Cabang Serang, IMALA (Ikatan Mahasiswa Lebak) Serang Raya dan Front Aksi Mahasiswa Pandeglang.

Aksi jalan kaki dilakukan karena tempat tinggal yang telah mereka kelola dan tempati sejak tahun 1951 telah digusur paksa oleh korporasi plat merah PTPN II. Padahal para petani tersebut telah memiliki SK Landreform sejak tahun 1984, dan ironisnya sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang ikut tergusur sudah memiliki SHM (Surat Hak Milik).

Adapun area yang berkonflik antara petani yang tergabung dalam SPSB dengan PTPN II yakni seluas ± 854 Ha dan luas area yang berkonflik antar petani yang tergabung dalam STMB seluas ± 850 Ha dan tuntutan petani STMB yakni seluas ± 323,5 Ha.

Berbagai upaya telah dilakukan para petani, yang antaranya mengajukan aduan kepada Bupati Deli Serdang, DPRD Tingkat II Kabupaten Deli Serdang, Badan Pertanian Negara (BPN) Deli Serdang hingga DPRD Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Utara, namun masih belum membuahkan hasil hingga detik ini. Dikarenakan konflik agraria tersebut, bentrok antar petani dan aparat pun tak terhindarkan, puluhan petani terluka dan puluhan petani lainnya ditahan di Polsek hingga Polres dan dibawa ke kantor Zipur (KODIM). Kemudian, hingga detik ini 3 orang petani yakni AS, BK, dan JP masih dikriminalisasi.

Dengan melakukan aksi jalan kaki ini, para petani Sumut mengharapkan keadilan dan kehadiran negara untuk menyelesaikan konflik agraria ini dengan memberikan tuntutan yang diantaranya, (1) Negara harus hadir dan serius dalam penyelesaian Konflik agraria di Indonesia khususnya konflik antar petani Simalingkar A dan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara dengan PTPN II; (2) Berikan tanah untuk rakyat dengan melakukan redistribusi tanah sesuai Nawacita Presiden Jokowi untuk Reforma Agraria berdasarkan UUPA No.5 Tahun 1960 dan mencapai kedaulatan pangan; (3) Hentikan penggusuran terhadap areal pertanian dan pemukiman petani di Desa Simalingkar A dan Sei Mencirim; (4) Hentikan kriminalisasi terhadap petani serta bebaskan AS, BK, dan JP; (5) Hentikan konspirasi jahat oknum penegak hukum dengan korporasi (PTPN II); dan (6) Berantas mafia hukum. (kaem)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Dengan Catatan, Tito: Kampanye Metode Pertemuan Terbatas Dan Tatap Muka Dimungkinkan

Komline, ­­­­Jakarta– Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan penanganan pandemi Covid-19 seyogyanya dijadikan tema sentral …

%d bloggers like this: