Home / Artis / Waspadai Potensi Karhutla, Harda Belly : Warga Sumsel Jangan Bakar Hutan Dan Lahan

Waspadai Potensi Karhutla, Harda Belly : Warga Sumsel Jangan Bakar Hutan Dan Lahan

Link Banner

Komline, Sumsel – Menurut data penelitian yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) ada beberapa wilayah di Indonesia yang luas hutan terbakar pertengahan tahun 2020 mencapai 8.253 hektar .

Rincian tersebut terdapat di provinsi Riau, dengan luas wilayah terbakar 2.765 , Propinsi Papua Barat 1.419 hektare, Kalimantan Barat 770 hektare dan Kalimantan Tengah 752 hektare luas lahan yang terbakar.

Tak hanya itu, memasuki musim kemarau pada Juli ini KlHK juga telah merilis tiga provinsi di Indonesia yakni Riau, Jambi dan Sumatera Selatan waspada potensi Kebakaran hutan.

Adanya potensi karhutla tersebut, Aktivis Sosial  Sumsel Harda Belly turut menghimbau kepada masyarakat yang ada di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan untuk tidak membakar lahan. Hal tersebut menurutnya,menyangkut kondisi dalam pandemi korona, masyarakat seharusnya memiliki kesadaran yang tinggi untuk peduli terhadap lingkungan, dan peduli pentingnya kesehatan.

“Dampaknya sangat buruk, ditengah pandemi korona kan wabah ini masih belum berakhir. Jadi masyarakat, jangan tambah lagi penyakitnya dengan membakar liar hutan dan lahan. Ini kan, kalau kita lihat sekarang dari segi kesehatan saja, dampaknya malah memperparah keadaan. Wabah covid -19 belum berakhir, negara harus berupaya lagi dengan bencana karhutla. Akibat lainnya kalau karhutla setiap tahunnya terus terjadi, maka akan timbulnya masalah lain seperti bencana ekologis, kerugian ekonomi, sampai masalah kesehatan dampak Asap (ISPA) yang ditimbulkan oleh Karhutla, dua kali lipat dampak buruknya,” ungkap Harda Belly (8/7/2020).

Harda juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dan menekan luasnya kebakaran lahan serupa, misalnya di lahan gambut, dan non gambut. Hal ini, jangan sampai terulang seperti beberapa tahun sebelumnya, terparah setelah tahun 2015. Yakni dilihat dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera Selatan tahun 2019 mencapai 328.457 hektare (Ha).

Kalau masyarakat sadar dan mengindahkan peraturan dan tegas sanksinya dari pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat, lanjutnya “Karhutla bisa dicegah, bisa diantisipasi bersama. Masyarakat kalau menggarap lahan tidak perlu harus dibakar dulu hutannya, itu cukup membantu pemerintah,” jelasnya.

Pemerintah melalui peraturan Presiden telah memuat aturan tentang Karhutla, terkait intruksi Presiden Jokowi (Inpres) Nomor 3 tahun 2020 tentang mengupayakan penindakan hukum, baik bagi perseorangan maupun korporasi yang sengaja melakukan pembakaran dari pidana dan perdata.

“Warga Sumsel, kalau bisa jangan ada produksi asap lagi. Kita sama-sama antisipasi ini jangan terjadi. Kalau sudah dihimbau dan peraturannya telah ditetapkan oleh pemerintah patuhilah, jangan ngeyel, sanksinya berat,” ajaknya.

Harda berharap masyarakat dapat mengupayakan soal solusi pembebasan lahan berkoordinasi dengan dinas terkait serta mengganti kegiatan penggarapan lahan dan hutan dengan cara lebih bijak.

Sebagai informasinya, pemerintah Indonesia KLHK masih mengupayakan identifikasi iklim dan langkah strategis menghadapi musim kemarau untuk mencegah karhutla yang bakal terjadi sampai september mendatang.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Syaiful Huda Sarankan Mendikbud Nadiem Makarim Subsidi PJJ Khusus Didaerah Terpencil

Komline,Jakarta- Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyarankan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem …

%d bloggers like this: