Home / Berita Tokoh / Wisata Pelancu Lahat Jadi Tempat Persinggahan Reuni Alumni Tekhnik Kimia Universitas Sriwijaya Tahun 1980

Wisata Pelancu Lahat Jadi Tempat Persinggahan Reuni Alumni Tekhnik Kimia Universitas Sriwijaya Tahun 1980

Link Banner Link Banner

Komline,Lahat-Alumni Tekhnik Kimia Universitas Sriwijaya Tahun 1980 mengadakan kunjungan wisata ke Pelancu yang bertempat di desa Ulak Pandan, Kec. Merapi Barat, Kabupaten Lahat pada Minggu (02/12/2018). Dalam kegiatan reuni yang dilakukan, destinasi wisata pelancu menjadi salah satu tujuan utama dari para rombongan selain dari beberapa tempat wisata lainnya yang ada di lahat dan pagar alam.

Dalam sambutannya, Epan, yang merupakan pemandu wisata pelancu mengucapkan selamat datang kepada rombongan dan juga mengharapkan semoga dapat menikmati beberapa view dan spot wisata di pelancu.

“Selamat datang di wisata pelancu bapak dan ibu sekalian, semoga dapat menikmati beberapa view, spot serta wahana yang ada di wisata pelancu ini” pungkasnya.

Kemudian ia pula mempromosikan wisata pelancu yang pada tahun 2018 ini menjadi pemenang dalam anugerah pesona Indonesia (API) pada tahun 2018. Ia kembali menuturkan setidaknya terdapat 5 (lima) faktor yang menjadi keunggulan dari wisata pelancu dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Indonesia.

“Setidaknya memang ada 5 (lima) hal yang menjadi daya tarik sekaligus faktor pendorong wisata pelancu menjadi pemenang dalam anugerah pesona Indonesia (API) pada tahun 2018, yakni pertama kearifan lokal yang menjadi dasar simbol serta arti nama pelancu, kedua ialah wisata pelancu yang memang hingga saat ini belum tersentuh dana pemerintah, masih mandiri baik dari sisi pengelolaan maupun pembangunan, ketiga wisata pelancu yang berbasis swakelola masyarakat, di mana melibatkan masyarakat dan karang taruna sebagai penggerak sekaligus pengelola, keempat yakni inovasi desa, yang mana dulunya daerah pelancu ini ialah tempat pembuangan sampah masyarakat, dan terakhir ialah waktu yang singkat dalam merintis wisata pelancu ini, dimana memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan hingga wisata pelancu ini dapat beroperasi. Kiranya inilah beberapa hal yang menjadi keunggulan wisata pelancu” ujar Epan dalam keterangan singkatnya.

Selanjutnya, salah satu peserta yakni, Ir. Sri Meliyana, menuturkan bahwa betapa luar biasa-nya wisata pelancu yang ada di lahat ini, di mana dulunya para masyarakat di desa ini bekerja mencari bebatuan yang ada di sungai namun saat ini mereka beralih menjadikan wisata yang ada di pelancu ini sebagai komoditas ekonomi.

“Secara historis, wisata pelancu ini telah membangkitkan gairah perekonomian warga desa ulak pandan, di mana dulunya para masyarakat di sini bekerja mencari bebatuan di sungai, namun saat ini telah berubah dan para masyarakat menjadikan wisata pelancu ini sebagai salah satu komoditas ekonomi” ujar Meli sapaan akrabnya, yang merupakan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra asal dapil Sumatera Selatan II.

(Harda)

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

MENJAMURNYA KORUPSI DI LAHAT GRPK LAPOR KPK RI

Komline, Jakarta– Dengan hadirnya salah satu ORMAS di kabupaten Lahat, yang tanpa hentinya terus melakukan …