Home / Peristiwa / Zona Merah, Warga Depok Was-was Nyoblos di TPS

Zona Merah, Warga Depok Was-was Nyoblos di TPS

Komline, ­­­­Jakarta– Kondisi pilkada di tengah pandemi membuat sebagian pemilih was-was jika harus nyoblos di TPS. Tak terkecuali para pemilih di Kota Depok yang baru saja menyandang status zona merah penyebaran Covid-19.

Parman misalnya. Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini mengaku takut tertular corona di TPS. Namun mau tak mau ia akan ke TPS guna menggunakan hak pilihnya.

“Sebenarnya ya takut corona, tapi ya karena ada (kebijakan) dari pemerintah. Diadain ya nyoblos, enggak diadain ya sudah,” ucap Parman, Selasa (29/9).

Parman mengaku akan sangat berhati-hati saat datang ke TPS nanti. Sebab sudah jadi tradisi warga berkumpul di TPS usai mencoblos, mulai dari sekadar mengobrol hingga mengawal pemungutan suara hingga rampung.

Warga Kelurahan Depok Jaya itu akan mengenakan masker saat ke TPS. Selain itu, ia berniat datang saat tempat pencoblosan mulai sepi.

“Ya paling umpet-umpetan. Datangnya satu-satu. Jangan ramai-ramai biar enggak kumpul-kumpul pas nyoblos,” tuturnya.

Warga Depok lainnya, Laode Cepy Hendrianto, juga mengaku khawatir jika harus pilkada di tengah pandemi. Meski begitu, pengemudi ojek daring ini tetap akan ke TPS jika pilkada jadi diselenggarakan.

“Rasa takut pasti ada, cuma saya siasatin datang ke TPS agak siang. Supaya mengurangi keramaian. Agak siang kan agak sepi ya,” kata Cepy

Cepy berharap pemerintah menyediakan cara lain agar pilkada tidak menimbulkan kerumunan. Ia menyarankan jika bisa pilkada digelar secara daring.

Menurutnya, pilkada daring bisa mengurangi potensi kerumunan di TPS. Warga tetap bisa berpartisipasi tanpa harus khawatir tertular corona.

“Inginnya pemerintah kalau tetap pilkada, seharusnya bisa secara online ya. Secara online atau via SMS, kan setiap warga negara kan HP-nya tercantum datanya. Apalagi sekarang serba online,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Budiantoro Nurhatman mengaku tak khawatir datang ke TPS saat pandemi. Meski begitu, pegawai negeri sipil (PNS) ini berharap petugas TPS benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Tetap ke TPS kalau tetap ada. Asal sesuai protokol kesehatan. Petugasnya juga pasti mengatur sedemikian rupa agar banyaknya warga yang datang diimbau menaati protokol,” tutur Budi.

Budi juga berharap jika memungkinkan ada penundaan pilkada sementara waktu. Menurutnya, kondisi saat ini belum benar-benar aman untuk semua warga.

“Ya kalau bisa sih diundur. Diundur sampai memang pandemi hilang, vaksin sudah ada, sudah aman, baru bisa lanjut,” ucap dia.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Sekjen PGK Ajak Pemuda Kalteng Jaga Kesatuan dan Persatuan Bangsa

Komline, Jakarta- Sekertaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP-PGK) tiba di Kota …

%d bloggers like this: