Home / Berita Tokoh / Aktivis Apresiasi Langkah Pemkot Palembang Perjuangkan 3500 Guru Honorer Masuk Formasi PPPK

Aktivis Apresiasi Langkah Pemkot Palembang Perjuangkan 3500 Guru Honorer Masuk Formasi PPPK

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wacana penghapusan tenaga honorer di tubuh pemerintah akan diterapkan pada 2023 mendatang. Namun nyatanya, di daerah penggunaan tenaga honorer masih cukup banyak dan masih dibutuhkan.Terutama di tenaga pendidikan, yakni guru honorer.

Apalagi saat ini, Palembang kekurangan jumlah guru sehingga sangat dibutuhkan adanya tenaga tambahan dari guru honorer.

Melihat permasalahan tersebut Pemerintah Kota Palembang akan mengupayakan sebanyak 3.500 guru honorer di kota ini bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, dalam pertemuan dengan para guru honorer, di Gedung The Sultan, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat Satu, Rabu (13/7/2022).

“Karena selama ini, guru-guru ini yang sudah menutupi kebutuhan mencerdaskan anak bangsa di Palembang ini. Karena itu, bersama Dinas Pendidikan akan kita perjuangkan ke pemerintah pusat,” ujar Dewa.

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa didampingi Ketua PGRI Sumsel Zulinto bersama 3.500 tenaga guru honorer mengapresiasikan dikabulkannya tenaga guru honor jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan fungsional tahun 2022.

Diapresiasi Aktivis

Langkah Pemkot Palembang memperjuangkan guru honor menjadi PPPK ini diapresiasi Aktivis Pergerakan dan Demokrasi asal Sumsel yang saat ini menetap di Jakarta Harda Belly

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah guru SD di Palembang berkurang dari 7.686 pada 2021 menjadi 7.446 pada 2021, dan guru SMP dari 4.641 berkurang menjadi 4.495 orang pada 2021. Apalagi kondisi kekurangan guru ini sebenarnya sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama di Palembang.

“Guru honorer di Palembang sudah lama menderita dengan gaji yang sangat tidak sesuai dengan beban kerja yang di emban, bahkan ada guru yang digaji 100 ribu perbulan tentunya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal guru sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia harusnya mendapatkan kenyamanan dan gaji yang layak atas jasanya mencerdaskan generasi penerus bangsa” Ujar Harda

Menurut Harda guru honorer selama ini kurang mendapatkan perhatian, banyak diantara mereka yang sudah mengajar puluhan tahun tapi belum juga diangkat dengan gaji yang layak, tentunya dengan diangkat menjadi PPPK, guru honorer  mendapatkan gaji dan fasilitas yang lebih layak sehingga para guru dapat lebih fokus untuk meningkatakan kompetensinya dalam mendidik anak muridnya.

“Kita perlu mengapresiasi langkah Pemkot Palembang atas perhatiannya kepada para guru honorer sehingga ada 3500 guru honorer akan diangkat menjadi PPPK tahun ini. Ini adalah bukti nyata perjuangan Pemkot Palembang memerjuangkan hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Palembang” Tambah Harda

Harda berharap semoga Pemkot Palembang terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakatnya, baik dalam sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

Facebook Comments

Check Also

Massa Gerakan Ganyang Koruptor Gelar Aksi Demonstrasi Lanjutan Di Gedung Merah Putih Kawal Dugaan Skandal Korupsi Sebesar 7 M Di Bayuasin

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0Jakarta – Massa Gerakan Ganyang Koruptor ( Gagak) kembali melakukan aksi demonstrasi …