Home / Berita Tokoh / AMPD Minta Kejagung Segera Periksa Wagub Sumsel Mawardi Yahya Atas Dugaan Korupsi Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir Tahun 2007-2010

AMPD Minta Kejagung Segera Periksa Wagub Sumsel Mawardi Yahya Atas Dugaan Korupsi Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir Tahun 2007-2010

Jakarta– Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) kembali mendatangi gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dengan membawa spanduk bertuliskan 103 milyar dugaan korupsi Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir tahun 2007-2010 , Bukti mana lagi yang kau dustakan , di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/11/2021).

Massa meminta Kejagung segera memproses laporan yang telah dimasukan terkait kasus dugaan korupsi tahun jamak Ogan Ilir yang melibatkan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya.

Koordinator lapangan, Imam Hanafi, menyatakan bahwa kedatangannya bersama massa aksi tersebut untuk mengingatkan Kejagung terhadap laporan yang telah lama dimasukan.

“Selama ini masyarakat sudah sangat percaya dan puas dengan kinerja Kejagung dalam memberantas korupsi, maka jangan sampai laporan kami hanya menjadi pajangan saja, harus ditindaklanjuti dan segera tangkap maling-maling terduga korupsi tahun jamak Ogan Ilir,” katanya, Kamis (18/11/2021).

“Laporan kami sudah lama dimasukan, namun sampai saat ini belum juga terlihat kerja Kejagung untuk menindaklanjutinya. Jangan sampai Kejagung menjadi tidak bermartabat karena takut memproses dugaan korupsi Mawardi Yahya tersebut,” tambah Imam.

Selajutnya, Imam Hanafi mengatakan bahwa Kejagung harus tegas dalam mengungkap dugaan korupsi yang kami laporkan ini, tanpa rasa takut.

“Kejagung harus tegas, jangan pernah merasa takut, kami juga akan terus mengawal dugaan kasus korupsi yang melibatkan Wagub Sumsel ini sampai tuntas. Kejagung hebat ungkap dugaan korupsi tahun jamak Ogan Ilir Mawardi Yahya,” tegas Imam.

Selain berorasi masa juga meneriakan Tangkap Mawardi Sekarang juga didepan gedung kejaksaan agung ,

Setelah orasi massa memanas, pihak Kejagung menemui massa aksi dan berjanji akan memproses apa yang menjadi tuntutan massa aksi.

“Baik. Kami akan memproses laporan teman-teman,” ujar perempuan yang diketahui bernama Ulie Sondang selaku perwakilan dari Kejagung.

Jawaban dari perwakilan Kejagung itu tidak membuat massa puas, dan dinilai hanya sebuah jawaban formalitas.

“Kami sudah sering mendapatkan jawaban seperti itu, namun sampai saat ini, laporan kami belum juga diproses,” teriak Imam.

Demi merelai massa aksi yang semakin memanas, ibu Ulie berjanji kepada massa aksi untuk diberikan jadwal audiensi bersama pihak Kejagung.

“Kami jadwalkan teman-teman nanti hari Senin bisa audiensi dengan pihak Kejagung untuk memberikan penjelasan tambahan terkait laporan yang dimasukan,” tutupnya.

Facebook Comments

Check Also

Gantikan Marsekal Hadi Tjahjanto, DPR RI Setujui Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

Komline, Jakarta- DPR RI menggelar Rapat Paripurna dalam rangka agenda laporan Komisi I DPR RI …

%d bloggers like this: