Home / Uncategorized / AMPD Pertanyaan Laporan Dugaan Korupsi Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Di Kejaksaan Agung RI

AMPD Pertanyaan Laporan Dugaan Korupsi Proyek Tahun Jamak Ogan Ilir 2007-2010 Di Kejaksaan Agung RI

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sejumlah Pemuda mendatangai Kejaksaan Agung RI karena kecewa terhadap penanganan laporan kasus dugaan korupsi paket proyek tahun jamak (Multy Years) Kabupaten Ogan Ilir tahun 2007-2010 yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

 

Mereka mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kejaksaan Agung RI, Jl. Sultan Hasanuddin No.1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (19/9/2022).

 

Dalam orasinya, koordinator aksi Misbahul Khair dengan tegas meminta Kejagung mengambil alih kasus yang diduga merugikan negara lebih dari Rp 100 miliar tersebut.

 

“Kami secara tegas menyampaikan ke Kejaksaan Agung untuk mengambil alih kasus yang kami laporkan karena kami sudah tidak percaya lagi dengan penanganan yang dilakukan Kejati Sumsel” kata Misbah saat berorasi depan Kejagung.

 

Misbah menuding Kejati Sumsel tidak serius mengungkap kasus tersebut. Menurut Misbah, ada dugaan telah terjadi kongkalikong antara terlapor dan Kejati Sumsel.

 

“Terlalu lama Kejati Sumsel mengungkap kasus ini padahal sudah jelas laporan kami lengkap dengan bukti-buktinya,” ungkapnya.

 

“Setelah sekian lama menunggu proses ini dan tidak ada kejelasan berarti ada indikasi kesapakatan jahat antara terduga koruptor dengan penegak hukum,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut Misbah menjelaskan bahwa kasus yang dilaporkan itu terjadi saat Mawardi Yahya menjadi Bupati Ogan Ilir dan dilaporkan ke Kejaksaan Agung karena ada temuan BPK bahwa terdapat kerugian negara mencapai Rp 103 miliar.

 

Berkas laporan tersebut kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumsel oleh Kejagung. Namun, kata Misbah, sampai saat ini tidak ada progres sama sekali dalam proses hukumnya.

 

“Kami tidak main-main, kami melaporkan sesuai temuan BPK bahkan kami lengkapi dengan satu koper berkas sebagai bukti tambahan,” jelasnya.

 

“Yang membuat kami geram, laporan yang kami masukkan ke Kejagung dilimpahkan ke Kejati Sumsel yang sampai saat ini tidak jelas prosesnya,” terangnya.

 

Misbah memastikan akan mengawal laporan tersebut diproses tuntas dan pelakunya dijebloskan ke penjara.

 

Selain itu, Misbah berharap dengan ditangani Kejagung maka prosesnya menjadi transparan dan segera memeriksa Mawardi Yahya yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Sumsel.

 

“Kalau tidak segera diambil alih, kami pastikan akan terus melakukan aksi. Kami hanya percaya Kejagung untuk membongkar laporan kami dan segera memeriksa Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya sebagai pelaku dari dugaan kasus korupsi ini,” tutup Misbah.

Facebook Comments

Check Also

Optimis Berperan Produktif dan Positif, Milenial di Sumatera Selatan bentuk Wadah Gerakan Milenial Nusantara Sumatera Selatan

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0Palembang, (3/9/22) Ratusan Milenial menggelar Deklarasi Gerakan Milenial Nusantara Sumatera Selatan yang …