Home / Peristiwa / Direktur Bakornas Leppami PB HMI Imbau Masyarakat Selektif Terima Informasi, Pasca Gempa Bumi

Direktur Bakornas Leppami PB HMI Imbau Masyarakat Selektif Terima Informasi, Pasca Gempa Bumi

Pasca gempa bumi berkekuatan 6,7 SR yang yang mengguncang di Sumur, Pandeglang, pada Jumat (14/01) sore tadi, Direktur Eksekutif Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (Leppami) PB HMI, M Syamsul Hidayat menghimbau masyarakat untuk cermat dalam menyaring informasi yang beredar terkait bencana alam tersebut. Hal tersebut ia ungkapkan pasca banyak sekali kabar bohong (Hoax) yang muncul pasca terjadinya gempa.

“Banyak sekali infromasi menyesatkan yang beredar ada tsunami lah, gunung meletus lah dan lain-lain. Saya harap masyarakat dapat memfilter berita-berita tersebut dan jangan sampai menyebarkan. Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tidak panik dan suasana tetap kondusif,” ujar Syamsul Jum’at (14/01).

Dalam kesempatan yang sama, Syamsul juga menghimbau masyarakat untuk selalu update informasi terkait bencana alam dari sumber yang kredibel dan terpercaya.

“Masyarakat sebaiknya mengakses informasi dari sumber-sumber terpercaya, misalnya dari laman resmi milik BMKG,” tuturnya.

Di samping itu, Ia juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dan siaga apabila terjadi bencana atau gempa susulan.

“Kita harus selalu waspada dan siap siaga, khawatir terjadi bencana susulan. Kita harus siap mengevakuasi diri dan keluarga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan,” ujarnya.

Syamsul juga menghimbau masyarakat untuk selalu update informasi terkait bencana alam dari sumber yang kredibel dan terpercaya.

“Masyarakat sebaiknya mengakses informasi dari sumber-sumber terpercaya, misalnya dari laman resmi milik BMKG,” tuturnya.

Di samping itu, Ia juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dan siaga apabila terjadi bencana atau gempa susulan.

“Kita harus selalu waspada dan siap siaga, khawatir terjadi bencana susulan. Kita harus siap mengevakuasi diri dan keluarga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan,” ujarnya.

“Saya harap pemerintah bisa memasukan mitigasi bencana ke kurikulum, ini penting dilakukan. Seperti yang kita tahu Indonesia termasuk negara yang rawan bencana, maka dari itu dengan adanya mitigasi bencana dalam kurikulum pendidikan, masyarakat bisa siap dan mampu mendeteksi bencana sejak dini,” pungkas Syamsul.

Facebook Comments

Check Also

[Menolak Lupa] Kilas Balik 1998: Cerita Penculikan Desmond, Mata Ditutup Kain Hitam hingga Jatah Selimut dan Celana Pendek

“Mereka terus saja mempersilakan aku masuk mobil (warna dan mereknya lupa). Di dalam kendaraan, mereka …

%d bloggers like this: