Home / Seputar Daerah / Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Aliansi Masyarakat Sumsel Untuk Keadilan Mendesak Kejati Sumsel Periksa Oknum Kades Desa Sukarame Okus

Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Aliansi Masyarakat Sumsel Untuk Keadilan Mendesak Kejati Sumsel Periksa Oknum Kades Desa Sukarame Okus

Komline, Jakarta- Sekitar 30 orang massa aksi mengatasnamakan kelompok Aliansi Masyarakat Sumsel untuk Keadilan mendatangi Kejaksaan Tinggi Sumsel, Senin,(27/7/2021).

Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Sumsel untuk Keadilan Harom, Mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan, untuk memanggil, memeriksa dan menahan oknum Kepala Desa Sukarame, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Oku Selatan, Sumsel inisial CA, terkait adanya laporan masyarakat tentang Dugaan penyelewengan Dana Desa dari tahun 2018 sampai Tahun 2021.

Menurut Harom , selaku koordinator Aliansi Masyarakat Sumsel untuk Keadilan, ada Dugaan penyelewengan Dana Desa dari tahun 2018 sampai 2021, dengan rincian yaitu sebagai berikut : Tahun 2018 Proyek pembangunan tempat penampungan air bersih, Tahun 2019 Proyek pembangunan Balai pertemuan gedung serba guna, Tahun 2020 proyek pembangunan tenaga Surya, dan yang terakhir, Tahun 2021 yakni proyek pembangunan jalan desa.

Dilanjutkan Harom Kesemua kegiatan proyek tersebut tidak adanya keterbukaan dari pemerintah desa, tidak ada musyawarah yang melibatkan masyarakat desa, Perangkat Desa dan BPD Desa, dalam penentuan penggunaan dana desa tersebut, ini jelas “Duguan” ada indikasi penyelewengan anggaran dana desa yang dilakukan oleh oknum kades Desa Sukarame Kecamatan Buay Sandang Aji, dan menurut hemat kami ada kerugian negara yang cukup besar yang bersumber dari dana desa tersebut.

Untuk itu kami Aliansi Masyarakat Sumsel Untuk Keadilan mendesak Kejati Sumsel untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan, bahkan penahan, terhadap oknum kades Desa Sukarame, serta meminta Kejati Sumsel untuk berkoordinasi dgn BPKP Sumsel terkait aliran dana desa tersebut. Lanjutnya

Demi dan Atas nama keadilan rakyat, mari kita bersama-sama lawan para maling-maling uang rakyat. Pungkasnya

Sementara itu perwakilan dari Kejati sumsel dalam hal ini diwakili Chandra selaku Humas Kejati mengatakan, pihak Kejati akan menerima laporan apapun dari masyarakat, karena keterbukaan publik hari ini, beliau menyarankan untuk para demo segera memasukan berkas laporan ke PTSP kejaksaan untuk tindak lanjuti ujarnya.

Facebook Comments

Check Also

4 Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan KKB di Papua Barat

Komline, Jakarta- Pos Koramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat dilaporkan …

%d bloggers like this: