Home / Kriminal / Gelar Demo di KPK, Mahasiswa Riau minta KPK Tangkap Kanwil BPN Riau dan Komisaris PT. Adimulya Agrolestari

Gelar Demo di KPK, Mahasiswa Riau minta KPK Tangkap Kanwil BPN Riau dan Komisaris PT. Adimulya Agrolestari

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Jakarta – Koalisi Mahasiswa Riau Jakarta melakukan unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, 9 Agustus 2022.

KMRJ mendesak KPK agar segera menetapkan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau yaitu M Syahrir sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dari PT Adimulia Agrolestari.

“Kami mendesak KPK agar menetapkan Komisaris PT. Adimulia Agrolestari sebagai tersangka”, kata Syahroni, Ketua Umum Koalisi Mahasiswa Riau Jakarta pada Selasa,09/08/22.

Syahroni mengatakan, M Syahrir selaku Kakanwil BPN Riau diduga menerima suap dari PT. Adimulia Agrolestari melalui General Manager perusahaan tersebut yaitu Sudarso sebesar Rp1,2 miliar dalam bentuk Dollar Singapura (SGD).

“Hal ini terungkap pada fakta persidangan saat Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru mengadili General Manager PT. Adimulia Agrolestari Sudarso”, kata Syahroni, Ketua Umum KMRJ pada Selasa, 09/08/22.

Syahroni mengatakan, Didalam persidangan, Sudarso mengaku telah memberikan uang tersebut kepada M Syahrir selaku Kakanwil BPN Riau untuk mengurus perpanjangan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit PT. Adimulia Agrolestari yang akan habis pada 2024 nanti.

“HGU tersebut berada di dua lokasi, yaitu di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi. Sudarso kembali mengaku memberi uang tersebut kepada M Syahri pada saat persidangan Bupati Kuantan Singingi nonaktif, Andi Putra”, kata Syahroni, Selasa,09/08/22.

Dalam kasus suap perpanjangan HGU itu, Sudarso telah dinyatakan terbukti memberikan suap kepada Andi Putra berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor.

“Sudarso diduga menyuap Andi Putra agar Bupati Kuansing itu menerbitkan surat rekomendasi persetujuan penempatan kebun plasma/mitra paling sedikit 20 persen di Kampar. Keperluan surat itu nantinya agar PT Adimulia Agrolestari tidak perlu lagi melakukan pembangunan kebun plasma di Kuansing”, kata Syahroni, Selasa,09/08/22.

Sementara itu, Komisaris PT Adimulia Agrolestari, Frank Wijaya juga sebagai pihak yang turut serta dalam memberikan suap itu ke Andi Putra. Pernyataan turut serta ini dinyatakan oleh majelis hakim Tipikor Pekanbaru pada putusannya terhadap Sudarso.

Bahkan berdasarkan pengakuannya sendiri dalam persidangan, Frank yang menyetujui pemberian uang itu ke Andi Putra selaku Bupati Kuansing agar mau menerbitkan surat rekomendasi tersebut.

“Jadi secara jelas, kami meminta kepada KPK agar jangan terlalu lamban mengungkap kasus ini”, kata Syahroni

Selanjutnya, tak hanya M Syahrir dan Frank Wijaya saja yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun terhadap perusahaannya yakni PT. Adimulia Agrolestari juga harus ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam orasinya, Koalisi Mahasiswa Riau Jakarta akan melakukan Aksi Demonstrasi kembali di KPK dan Kejaksaan Agung.

Facebook Comments

Check Also

Tolak UKT Mahal, Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Tahun 2022 UIN Jogja dibubarkan Rektor

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan …