Home / Ekonomi / Ikhtiar Pemulihkan Ekonomi Nasional, Lembaga Keuangan dan Perbankan PB PMII Gelar Diskusi Publik bersama UMKM

Ikhtiar Pemulihkan Ekonomi Nasional, Lembaga Keuangan dan Perbankan PB PMII Gelar Diskusi Publik bersama UMKM

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lembaga Keuangan dan Perbankan PB PMII mengadakan Diskusi Publik Dengan Tama Startegi Peningkatan Pembiayaan UMKM dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. (14/4/2022)

Kita semua tahu, selama hampir 2 dekade soko guru (tiang utama) ekonomi kita adalah UMKM. Dimana kontribusi terhadap Product Domestic Bruto (PDB) atau GDP lebih dari 50%. Beberapa fenomena krisis bahkan mulai dari 97/98, kemudian krisis ekonomi global 2008, dan akhir-akhir ini resesi akibat pandemi Pertahanan terkuat dan utama kita lagi-lagi UMKM, ini menunjukkan betapa pentingnya UMKM bagi perekonomian kita.

Oleh karenanya, dalam penanganan krisis ekonomi kala pandemi, Nampaknya Pemerintah tidak mau jatuh di lubang yang sama, diubahlah haluan Proyek Strategis Nasional di semua elemen Lembaga negara menjadi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 yang program pertama dan utama adalah Pembiayaan UMKM.

Dierektur Lembaga Keuangan PB PMII mengatakan bahwa, perbaikan dan pemberdayaan UMKM, saya melihat ada peluang besar bagi anak-anak muda, khususnya mahasiswa sebagai bagian dari pelaku utama UMKM. Karena hambatan utama dan menjadi kebiasaan lembaga-lembaga keuangan enggan memberikan akses pembiayaan karena tidak terpenuhinya syarat.

Biasanya para pelaku UMKM abai dalam pencatatan, apalagi dalam pemenuhan syarat-syarat lainnya. Buktinya Data yang ditunjukkan BPS, kemenkop dan UKM dll menunjukkan lebih dari 80% UMKM belum tersentuh akses kredit, oleh karenanya saya menawarkan solusi membuka lembaran utama baru dalam rangka program strategis nasional, yaitu pembiayaan UMKM di kalangan mahasiswa.

Respon cepat dari berbagai lembaga negara kami apresiasi, mulai dari Legislator yang turut serta mendorong lembaga-lembaga untuk segera merevisi kebijakannya, Bank Indonesia dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah., OJK yang mampu mengkonsolidasikan fungsi mikroprudensial dengan Lembaga- Lembaga Penyalur Kredit Pembiayaan, beserta lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan pembiayaan UMKM. Namun, perlu digaris bawahi, respon para pelaku UMKM terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat masih sangat rendah.

“Pada kesempatan dan momentum yang bagus ini bisa mendorong sahabat-sahabat semua turut aktif menjadi bagian dari aktor UMKM yang lebih produktif dan mampu memaksimalkan berbagai kemudahan akses pembiayaan. Di sini saya melihat ada peluang besar di Organisasi ini, ada lebih dari 130 ribu anggota PMII di Seluruh Indonesia bahkan di beberapa negara di dunia, mahasiswa yang ber-PMII ini bisa didorong menjadi kekuatan baru dalam proses pemberdayaan UMKM. Harapannya, PMII bisa menjadi elemen penting dalam upaya peningkatan pembiayaan UMKM di kalangan mahasiswa dan menjadi bagian dari elemen utama peningkatan pertumbuhan ekonomi” Ujar Ketua Lembaga Keuangan dan Perbankan PB PMII

Peluang ini selanjutnya akan kami bangun dalaam bentuk Koperasi, jadi Koperasi ini diharapkan akan mampu bersinergi dengan berbagai instansi pemerintah maupun swasta khususnya dalam hal pemberdayaan UMKM ; pembiayaan,pelatihan,pendampingan UMKM yang menargetkan mahasiswa menjadi anggotanya. Koperasi ini diharapkan menjadi ekosistem ekonomi baru bagi anak muda untuk menumbuh kembangkan usaha-usaha mereka. Serta sebagai peran strategis anak muda dalam hal ini pmii untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Bendahara Umum PB PMII Sahabat panji mengatakan, Pembangunan UMKM kini telah menjadi peluang yang harus kita maksimalkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan perekonomian mikro yang ada di masyarakat.

“Pembangunan UMKM bisa menjadi peluang penting dalam membangun ekonomi masyarakat dalam rangka pemulihan percepatan perekonomian pasca pandemi” Ujar Bendahara PB PMII sahabat Panji.

Fatam Subhci ( Wakil Ketua Komisi XI DPR RI) Pemerintah bersama dengan Komisi XI telah membangun ruang kebijakan pembiayaan UMKM melalui Menteri Keuangan dengan kementerian lainnya agar dapat membangun perekonomian umkm yang sehat.
Djoko Raharto (Kepala Divisi Implementasi Kekda) Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta).

Dalam pembiayaan umkm terjadi peningkatan dalam umkm mikro dan penurunan umkm makro. Hal ini dipengaruhi dengan perkembangan teknologi yang bertumbuh pesat di masyarakat. Pemerintah berkomitmen bersama dengan Lembaga Lembaga negara membangun perekonomian rakyat melalui pemberdayaan UMKM.

Freddy Rahmandi (Kepala Bagian Hubungan Kelembagaan OJK) Restrukturisasi kredit yang dibangun bersama pemerintah membuat sebuah perkembangan yang baik dan ekonomi berangsur pulih. Terdapat kredit dan debitur restrukturisasi Perbankan sebesar 3.7 Debitur dengan angka Rp. 638,22 Triliun dengan pelaku UMKM sebesar 2.84 debitur dengan anggaran Rp. 244,78 Triliun

Herry Haryanto Azumi (Sekjend Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta)Pembangunan UMKM menjadi peluang yang sangat tinggi untuk membangun perekonomian pasca pandemi.

“Dengan peluang yang sangat besar, kita harus berkolaborasi diseluruh sektor pembangunan UMKM bersama dengan elemen-elemen terkait dalam rangka membangun perekonomian ekonomi nasional dan Lembaga Keuangan dan Perbankan PB PMII siap” pungkasnya

Facebook Comments

Check Also

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Mafia Korupsi Minyak Goreng

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0Selasa, 19 April 2022, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengumumkan bahwa Tim …