Home / Peristiwa / Kapolda Metro Jaya Ungkap 200 Ribu Warga Jabodetabek Mudik Lebaran

Kapolda Metro Jaya Ungkap 200 Ribu Warga Jabodetabek Mudik Lebaran

Komline, Jakarta- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut ada sekitar 200 ribu warga Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) yang nekat pulang kampung selama pemberlakuan larangan mudik sejak 6 Mei lalu. Angka itu baru hitungan selama periode peniadaan mudik.

Sementara dibanding sebelum masa larangan mudik, berdasarkan data Dirlantas Polda Metro, Fadil membeberkan sedikitnya 1 juta warga meninggalkan Jabodetabek, baik melalui jalur darat maupun udara.

Angka itu terakumulasi dari sekitar 700 ribu yang melalui jalur Tol Jakarta-Cikampek dan Cikupa, serta 300 warga yang keluar Jabodetabek melalui stasiun maupun bandara.

“Jadi, ada sekitar 1 juta orang yang berdasarkan data perlintasan melalui gerbang tol dan bandara, serta stasiun kereta api yang keluar,” tambah Fadil.

Data 200 ribu tersebut terakumulasi dari arus kendaraan, baik yang melalui jalur darat seperti Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cikupa Tangerang maupun berbagai stasiun dan jalur udara lewat bandara.

“Di mana ada sekitar 100-200 ribu masyarakat yang tetap nekat untuk pulang,” kata Fadil, Jumat (14/5).

Meski begitu, menurut Fadil, angka itu relatif lebih rendah dibanding arus kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek sebelum larangan mudik atau pada masa pengetatan. Dia mengklaim penurunan terjadi akibat penyekatan mudik sejauh ini dianggap berjalan efektif.

Puncak arus mudik, kata Fadil, terutama tercatat dari warga yang meninggalkan Jabodetabek dalam sepekan terakhir. Mayoritas pemudik menaiki kendaraan roda dua melalui Kedungwaringin, Bekasi menuju sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Secara efektifitas penyekatan baik karena mampu mengurangi 50 persen jumlah arus yang keluar dari DKI Jakarta,” tutur Fadil.

Fadil mengatakan, polisi telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menempuh sejumlah langkah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 sekembalinya warga ke Ibu Kota. Nantinya akan ada pemantauan kedatangan warga melalui petugas RT RW di setiap kelurahan.

“Ini barangkali mengapa kita mengambil langkah untuk melalukan pencegahan di basis komunitas untuk mengefektifkan 3T,” pungkas Fadil.

Facebook Comments

Check Also

Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Pengamat Mengecam Jika Ada Pihak yang Menunggangi

Komline, Jakarta- Kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya masih terus bergulir. Sementara pihak kejaksaan sendiri telah …

%d bloggers like this: