Home / Kriminal / Kedapatan Jual Senpi Rakitan, Atlet Menembak Berprestasi Sumsel Mengaku Terpaksa

Kedapatan Jual Senpi Rakitan, Atlet Menembak Berprestasi Sumsel Mengaku Terpaksa

Komline, Jakarta- AR (16) atlet muda menembak Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Sumatera Selatan kedapatan menjual senjata api (senpi) rakitan bersama tiga butir peluru secara ilegal.

Atas perbuatannya tersebut, AR kini ditangkap oleh Sabdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan, Senin (4/10/2021).

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan mengatakan, mereka semula mendapatkan informasi adanya penjualan senjata api (senpi) rakitan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tepatnya di kota Kayuagung.

Dari informasi tersebut, mereka langsung melakukan penyelidikan sampai akhirnya mencegat AR ketika keluar dari gerbang tol Keramasan Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

“Saat diperiksa, tersangka mengaku sebagai atlet Perbakin, senjata itu dia simpan di pinggang dan berisi tiga butir peluru,” kata Christopher saat melakukan gelar perkara di Polda Sumsel, Senin (4/10/2021).

Menurut Christoper, pelaku saat itu mengaku tak bertemu dengan seseorang yang memesan senjata rakitan tersebut. Sehingga, AR terpaksa pulang lagi ke Palembang dengan menyelipkan senpi rakitan itu di bagian pinggang.

“Pelaku mengaku akan mendapatkan uang jika senjata itu terjual, namun ia tak bertemu dengan pembelinya,” jelasnya.

Sementara itu, AR mengaku bahwa ia telah menjadi atlet menembak sejak duduk di bangku SMP. Ia memanfaatkan statusnya sebagai anggota Perbakin untuk menjual senjata api rakitan. Namun, pemuda ini belum mengetahui berapa upah yang ia terima jika berhasil menjual senjata tersebut.

“Karena senjata itu belum terjual, cuma dijanjikan upah saja tak disebutkan berapa,” katanya.

Sejak menjadi seorang atlet, AR pun ternyata banyak mendapatkan prestasi. Bahkan, pada 2019 lalu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang diselenggarakan di Prabumulih ia sempat mewakili Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Selama di Perbakin juga sudah pernah dapat perak, perunggu dan emas. Saya terpaksa ambil ini, karena tak ada tawaran selama pandemi,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Perbankin Muba Pathi Riduan membenarkan jika dua tahun lalu AR sempat membela Muba di PorProv di Prabumulih. Akan tetapi, Riduan membantah bahwa pemuda itu atlet mereka.

“Itu atlet Palembang. Kalau membela kabupaten mana saat bertanding tidak masalah tapi dia bukan atlet Perbankin Muba,” ujar Pathi singkat.

IN (35) ibu dari AR tak menduga bahwa putra sulungnya itu akan berbuat nekat menjual senjata api rakitan. Sebab, AR hanya menyebutkan akan menemani seseorang untuk menjual barang.

“Anak saya bilang lumayanlah bu buat beli HP baru, saya benar-benar tidak tahu kalau dia harus berurusan sama polisi,”katanya.

Selama menjadi atlet, AR pun terbilang berprestasi dengan sering mendapatkan beasiswa.

“Anak saya sering menang kejuaraan, tapi saya benar tidak menyangka jika jadi seperti ini,” jelasnya.

AR yang kini mendakam di sel tahanan pun terancam dikenakan Undang-undang Darurat pasal 1 ayat 1 Undang-undang nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman penjata selama 10 tahun.

Facebook Comments

Check Also

Mahasiswa Desak KPK Periksa Anggaran Dana Bantuan Covid 19 di Kabupaten Jember

Jakarta -Sekelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Jember Berdikari melakukan aksi demonstrasi di …

%d bloggers like this: