Home / Seputar Daerah / Konfirmasi Terkait Pemberitaan Salah Satu Media Online Yang Berjudul “Minimnya Sarana Pelancu Mulai Dikeluhkan”.

Konfirmasi Terkait Pemberitaan Salah Satu Media Online Yang Berjudul “Minimnya Sarana Pelancu Mulai Dikeluhkan”.

Komeringonline.com – Pihak Pelancu melalui Dedi Iswarlan selaku Kasi Pemerintahan, Rian Alfarizi Kasi Pembangunan, Ketua Bumdes Evan Yusup, Nopriadi Ketua Karang Taruna menanggapi pemberitaan bahwa pihak pengelola mulai mencari keuntungan pribadi dengan banyaknya mengajukan proposal usulan renovasi ke pihak swasta dan pemberitaan Pemerintah Desa sudah menganggarkan ADD melalui BUMDes semua itu tidak benar. Karena sampai saat ini kami belum mengajukan proposal apapun ke pihak swasta dan belum menggunakan dana desa dalam pengembangan Pelancu karena baru direncanakan di anggarkan tahun 2018 ini saat Musdes kemarin.

Lalu terkait pemberitaan Pengelolaan parkir yg tidak memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu kami jelaskan juga bahwa kami memberdayakan Karang Taruna dalam pengerjaannya sehingga uang parkiran itu lah yang digunakan Karang Taruna untuk makan, minum, ketertiban, keamanan dan parkiran. Karena pengelolaan parkiran tidak dikelola oleh Pelancu tetapi dikelola pemilik tanah dengan memberdayakan Karang Taruna sebagai pekerja.

Selanjutnya terkait pemberitaan belum adanya penambahan/tidak adanya pembangunan di Pelancu dianggap begitu-begitu saja, saya beranggapan itu tidak benar. Jangan paksa kami jadi bocah ajaib yang baru umur beberapa bulan saja sudah harus sempurna. Apa lagi kami membangun ini mengedepankan swadaya dan gotong-gotong. Sehingga belum menggunakan dana pemerintah. Kami terus berupaya agar Pelancu itu lebih baik.

Dengan adanya Pelancu sebagai destinasi wisata, Pelancu juga menjadi ruang untuk memberdayakan Karang Taruna dan warga dalam mencari rejeki.

Hampir 70an Karang Taruna yang diberdayakan disini. Ada 10 PKK dan warga yang berjualan mencari rejeki tanpa kami pungut biaya.

Dan untuk pengelolaan tiket masuk, termasuk wisata air perlu kami jelaskan juga bahwa dari tiket masuk itulah untuk operasional, honor, pengembangan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang semuanya dikelola langsung oleh Karang Taruna karena mereka lah yang bekerja selama ini.

“Sedangkan wisata air, kami bekerjasama dengan warga melalui cara bagi hasil” ujar Nopri selaku Ketua Karang Taruna Ulak Pandan.

Satu hal lagi terkait pemberitaaan yang tidak seimbang karena komentar saya dipotong-potong. Seperti kata-kata ini “silahkan temui kami langsung jika mau konfirmasi. Pengembangan dan pemasukan kami sudah lumayan semoga tidak ada niat untuk ngusili karena pacak saling usili”

Yang sesungguhnya pewarta memalui Whatsapp dengan pertanyaan “jadi membangunnya makai dana apo ndo, pacak ado warna-warni tu. Karena ati-ati banyak rekan kami yang nak ngusili kamu didusun tu. Jadi segalo caro dio buat laporan kaleng ke Media. Baik cetak/elektronik dan saya jawab “Silakan rekan-rekan kamu langsung konfirmasi ke kami/ketemu.

Proses pengembangan pemasukan kito sudah lumayan. Semoga kalau tidak niat ngusili, pacak kele kite saling usili. Tapi kalau niatnye nak tau kemajuan dan pengembangan, nah itu baru mantap. Karena Pelancu belum tersentuh dana ADD pemda. Apolagi kami jugo belum mengajukan proposal ke pihak ke-3.

Pewarta tidak mengedepankan kode etik jurnalistik seperti seperti bab II pasal 5, Bab III pasal 11 & 14
Si Pewarta juga tidak ke lokasi Pelancu untuk melihat langsung, mengecek situasi dan kondisi Pelancu saat ini

Foto yang ditampilkan jugo foto lama, karena itu foto saat kami awal merintis pembuatan Pelancu. Kami sangat butuh rekan-rekan media tetapi harus mengedepankan fakta dan data. Bukan opini pewarta, ujar Evan Yusup menambahkan. (HRD)

Facebook Comments

Check Also

Jelang Pemilihan Ketua Umum DPP IMM, Aliansi Eks Presma BEM PTM Dukung Penuh MHP

  Kendari – Menjelang agenda pemilihan ketua umum dan formatur pada Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah …

%d bloggers like this: