Home / Seputar Daerah / Nakes Darurat Covid-19 di Kudus, Personel TNI Diterjunkan

Nakes Darurat Covid-19 di Kudus, Personel TNI Diterjunkan

Komline, Jakarta- Tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang terinfeksi Covid-19 bertambah menjadi 196 dari yang semula 143 orang.

Angka itu merupakan jumlah yang tercatat pada Rabu (2/6) kemarin. Dari jumlah itu sebanyak tiga di antaranya merupakan pejabat penting di Dinas Kesehatan Kudus.

“Bertambah menjadi 196 orang, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kudus beserta sekretarisnya serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit juga terkonfirmasi positif Covid-19,” terang Pelaksana harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus, Agus Budi Satriyo.

Karena ada tenaga kesehatan yang meninggal, maka menurut Agus jumlah nakes aktif positif Covid-19 berkurang menjadi 195 orang.

Adapun sebelumnya jumlah nakes yang terpapar Covid-19 tercatat 143 orang, sementara 15 orang di antaranya dirawat. Nakes yang terpapar Covid-19 yang berasal dari belasan Puskesmas dan beberapa dari rumah sakit, kini semakin bertambah sehingga perlu kewaspadaan dan kepatuhan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu 450 personel Kodam IV/Diponegoro mulai disiapkan untuk terjun ke masing-masing desa di Kabupaten Kudus membantu penanganan pandemi Covid-19.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto mengungkapkan personel TNI di setiap koramil juga akan mengawasi penegakan protokol kesehatan demi menekan kasus Covid-19 di daerah tersebut.

“Nantinya, jumlah personel yang akan diperbantukan di masing-masing komando rayon militer (koramil) disesuaikan dengan jumlah wilayah di masing-masing kecamatan yang masuk zona merah,” tutur Indarto usai apel pengecekan Satgas Penanganan Covid-19 Kudus di halaman Kodim0722/Kudus di Kudus, Rabu (2/6) malam.

Apel pasukan Kodam IV/Diponegoro dipimpin Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito.

Dia pun merinci terdapat 42 desa berstatus zona merah di Kabupaten Kudus.

Ganip mengatakan jumlah personel di daerah-daerah yang masuk zona merah akan diperbanyak guna membantu tugas babinsa dan bhabinkamtibas memastikan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Selama ini dilihat dari persentase baru 60-an persen yang patuh prokes, karena ada yang tidak percaya pada Covid-19. Secara pelan-pelan akan dilakukan pendekatan secara humanis agar patuh terhadap prokes,” tutur Ganip.

Ratusan personel kodam tersebut akan ditugaskan hingga 14 Juni 2021, sehingga sebelum masa tugas habis readyviewed kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus diharapkan sudah landai.

Petugas pun melakukan penelusuran kontak erat guna mengantisipasi penularan meluas. Kebetulan, kata Agus, di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus ditemukan banyak kasus.

Upaya penelusuran juga ditempuh di sejumlah perkantoran di lingkungan Pemkab Kudus.

Perkantoran yang memiliki banyak kasus Covid-19 akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi sejumlah aparatur sipil negara (ASN). Selain itu sterilisasi juga dilakukan melalui penyemprotan menggunakan cairan disinfektan di areal perkantoran.

“Jika sebelumnya masih ditemukan ASN saat di perkantoran lepas masker, maka mulai saat ini diperketat lagi. Jika ada yang lepas masker tanpa alasan yang jelas akan diberi peringatan tegas karena demi kepentingan bersama,” tambah Agus.

Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Andini Aridewi menambahkan dari 196 nakes yang terpapar, sebanyak 23 orang di antaranya menjalani perawatan.

 

Facebook Comments

Check Also

Tanggulangi Penyalahgunaan Narkoba, Yayasan Rehabilitasi Segera Dibangun di Kab. PALI

Komline, Jakarta- Bertempat di Kab. PALI akan segera dibangun yayasan Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba bagi para …

%d bloggers like this: