Home / Peristiwa / PB Pemuda Muslimin Indonesia Dorong Syarikat Islam Indonesia Cetak Kader Melalui Pendidikan

PB Pemuda Muslimin Indonesia Dorong Syarikat Islam Indonesia Cetak Kader Melalui Pendidikan

Komline, Jakarta- Evick Budianto menyebut bahwa Syarikat Islam Indonesia (SI Indonesia) membutuhkan rancangan sistem kaderisasi kepemimpinan yang baik.

Evick, salah satu kader militan yang selalu terus menyoroti sistem Kaderisasi dalam pergerakan ini menjelaskan, bahwa kader Syarikat Islam Indonesia walau tertinggal tipis dalam kuantitas dengan ormas NU maupun Muhammadiyah, namun SI Indonesia harus senantiasa fokus dalam peningkatan kualitas. Sebab itu, supaya fokus dalam menyiapkan Kader yang berkualitas dapat di capai maka sistem pekaderan pemimpin bisa dimulai dari bangku-bangku sekolah dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan sterusnya.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini PB Pemuda Muslimin melalui Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia (MPSI) mendorong segera menyiapkan sistem kaderisasi.

“Agar Kader Syarikat Islam Indonesia banyak dan siap menjadi Entrepreneurship yang dapat membuka peluang-peluang kerja dimasa datang” ungkapnya saat hadiri acara Halaqah Penceramah agama (11/04) di Jakarta.

Lebih detail, Evick menyarankan melalui MPSI agar dapat menciptakan sekolah-sekolah unggulan milik Syarikat Islam Indonesia supaya memilih diksi untuk tagline sekolahnya yang pendek dan jelas. Lebih jauh, untuk mencetak kader pemimpin melalui lembaga pendidikan Syarikat Islam Indonesia, ia menyarankan supaya menggunakan tagline “Sekolah Guru Bangsa.”

Menghadapi masa sekarang, Evick juga menyarankan supaya lembaga pendidikan Syarikat Islam Indonesia lebih fleksibel, tanpa harus meninggalkan yang pokok. Fleksibilitas diharapkan mampu meluaskan wahana inspirasi bagi anak didik untuk bisa bermimpi lebih besar.

“Bikin anak-anak itu bermimpi besar, dan kalau bisa sejak awal sudah diminta membuat list cita-cita masa depan,” imbuhnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, Syarikat Islam Indonesia sebagai organisasi yang mengedepankan meritokrasi membuka peluang bagi kader manapun yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Karena kepemimpinan di Syarikat Islam Indonesia bukan diwariskan dari orang tua kepada anak temurunnya.

Karena itu regenerasi di tubuh Syarikat Islam Indonesia harus terus senantiasa ditumbuh suburkan, supaya jangan sampai terjadi kekosongan kepemimpian di Syarikat Islam Indonesia. Dalam hematnya, untuk menggapai harapan tersebut dibutuhkan sinergitas yang harmonis antara kaum tua dan kaum muda.

Karena menurutnya, pemimpin yang baik itu adalah mereka yang bahagia melihat generasi muda atau penerusnya lebih baik dari dirinya. Melihat pola pendidikan era sekarang, Evick mengungkapkan bahwa pendekatan pendidikan saat ini sudah berbeda.

“Misalnya, pendekatan pendidikan sekarang sudah harus individualisasi atau tidak boleh menyamakan anak didik. Kedua, anak sudah harus diajari membuat cita-cita sejak dini (self planing). pembarharuan pendekatan ini supaya selain penyegaran fisik bangunan sekolahan, pendidikan Syarikat Islam Indonesia juga dapat menciptakan kesegaran-kesegaran dalam setiap konten pembelajarannya” tutupnya.

Facebook Comments

Check Also

Matangkan Persiapan Munas, Atensi dan Saran diberikan untuk IKA Unram

Komline, Jakarta – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) bersama panitia Munas IKA …

%d bloggers like this: