Home / Opini / Pengurus Relawan Publik Mengajak Seluruh Pemuda Kokohkan Persatuan

Pengurus Relawan Publik Mengajak Seluruh Pemuda Kokohkan Persatuan

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sumpah yang diikrarkan pemuda pada 94 tahun yang lalu diharapkan menjadi pemicu semangat bagi kalangan pemuda untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan untuk membela wong cilik. Demikian yang disampaikan oleh Moh. Hafidz Kudsi, Wakil Ketua Relawan Publik (Relawan Puan Bersama Wong Cilik), dalam peringatan sumpah pemuda, di Sekretariat Relawan Publik, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (28/10/2022).

 

Hafidz mengatakan, pemuda harus bisa merangkul dan menjadi kepanjangan tangan bagi masyarakat kecil dalam mengakses keadilan kepada pemerintah.

 

“Anak muda harus menjadi kepanjangan tangan wong cilik, karena akses pada pemerintah sangat terbatas,” katanya.

 

Hafidz mengajak pemuda harus mengambil peran apapun dan terjun langsung di tengah-tengah masyarakat kecil untuk kebangkitan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

 

“Masyarakat sampai sekarang masih merasakan dampak dari Covid-19, namun hal itu tidak boleh membuat kita menyerah. Saatnya kita sebagai pemuda bersatu dan berkolaborasi untuk bisa berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Selain itu, dia berharap seluruh Pemuda Indonesia tetap menjaga persatuan dalam momentum politik, jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa.

 

“Saat ini sudah mulai memasuki tahun politik, ruang publik akan dupenuhi dengan percakapan politik menjelang Pemilu 2024, sebagai pemuda, kita kawal momentum politik ini untuk menjaga persatuan bangsa, agar tidak terpecah belah,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Imam Hanafi, Sekjend Relawan Publik mengatakan, “Sumpah Pemuda Sebagai Momentum Kebangkitan Bersama Wong Cilik”, memiliki pesan mendalam bahwa bersama wong cilik, bangsa ini akan bisa maju dan sejahtera.

 

“Bersama wong cilik, harga mati yang harus dikuatkan untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

 

Dia berharap, pemuda harus bergandengan tangan dan menjadi patner masyarakat kecil, supaya tidak terjadi ketimpangan di masyarakat.

 

“pemuda harus peduli dengan wong cilik, agar ketimpangan itu tidak terjadi,” ujarnya.

 

Dengan tegas, dia mengungkapkan bahwa bangsa ini akan hancur, kalau pemuda sudah tidak peduli pada masyarakat kecil.

 

“Kalau pemuda sudah tidak peduli lagi sama wong cilik, maka tunggulah kehancuran bangsa ini,” tutupnya.

Facebook Comments

Check Also

BENARKAH HUKUM TUMPUL KEATAS?

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0Komline, Jakarta- Saat ini, Indonesia dalam kondisi sedang tidak baik, kondisi krisis …