Home / Peristiwa / Polres OKU : Press Release Pelaku Mencabuli Anak Tirinya Hingga Hamil

Polres OKU : Press Release Pelaku Mencabuli Anak Tirinya Hingga Hamil

Komline, OKU – Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat reskrim AKP Alex Andriyan, S.Kom serta jajaran Satreskrim dan PPA melaksanakan Press release kasus pencabulan, di halaman Mapolres OKU, pada Selasa (30/10/2018).

Pelaku pencabulan yang menyetubuhi anak tirinya hingga hamil

Pelaku bernama Irham (56) warga Blok C, Desa Lekis Rejo, Kecamatan Lubuk Raja adalah seorang bapak tiri dari korban yang masih dibawah umur lantaran korbannya masih berusia 15 tahun.

” Pelaku kita amankan setelah menerima laporan dari ibu kandung korban pada hari Kamis tanggal 25 Oktober 2018 “, jelas Kapolres OKU.

Kembali di jelaskan oleh Kapolres OKU, bahwasannya ” kejadian pencabulan berawal pada bulan Pebruari 2018 lalu yang mengakibatkan korban kini telah hamil sekitar 7 bulan, yang mana kala itu pada malam hari korban sedang tidur sendirian di kamarnya, kemudian pelaku datang dan memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya sembari membekap mulut korban dengan bantal, setelah itu pelaku mengancam korban bila menceritakan perbuatannya kepada sang ibu maka korban akan dibunuh, mendapat ancaman tersebut korban tak dapat melakukan perlawanan, hingga si bapak bejat tersebut berhasil melakukan tindakan pencabulan dan menyetubuhi korban hingga sebanyak 5 (lima) kali dalam kurun waktu beberapa bulan “.

Saat ditanyai awak media, pelaku juga mengakui bahkan pernah menyetubuhi anak tirinya tersebut kira-kira pada 5 hari menjelang lebaran Idul Fitri yang artinya masih dalam suasana bulan suci Ramadhan.

Namun, sekuat-kuatnya menyimpan bangkai, jelas akan tercium juga.
Kehamilan sang anak diketahui juga, dan akhirnya pelaku diamankan oleh keluarganya sendiri yang kemudian dibekuk oleh anggota Satreskrim OKU dan dibawa ke Polres untuk di proses hukum.

Barang bukti yang ikut diamankan untuk keperluan proses hukum, diantaranya 1 helai baju tidur, BH korban, celana tidur, dan celana dalam korban.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 dan 82 ayat (1) Perpu RI No.01 Tahun 2016 tentang perubahan Kedua UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang disahkan mejadi UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak, maka pelaku akan mendapat ganjaran hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(Asmara nian)

Facebook Comments

Check Also

Banyak Kadernya Hengkang ke Partai Ummat, Joncik Muhammad : Tidak Masalah

Komline, Jakarta- Meski terbilang banyak kadernya hengkang bergabung dengan Partai Ummat, namun Sekretaris DPW Partai …

%d bloggers like this: