Home / Berita Tokoh / Pro Kontra Omnibus Law Yang Menuai Gejolak Kontroversi: Forum Millenial Sriwijaya Ikut Bersuara

Pro Kontra Omnibus Law Yang Menuai Gejolak Kontroversi: Forum Millenial Sriwijaya Ikut Bersuara

Komline, Sumsel– Indonesia saat ini sedang kacau, demokrasinya bobrok dan para pemangku kebijakan hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongan tanpa mementingkan kepentingan rakyat.
Di masa pandemi ini, kondisi kehidupan rakyat semakin memburuk dalam waktu yang singkat. Banyak buruh di PHK bahkan angka PHK di Indonesia menembus lebih dari 3 juta orang, jadi wajar jikalau rakyat hari ini terlunta-lunta.

Ketua Forum Millenial Sriwijaya Ahmad Kurniawan angkat bicara menanggapi terkait isu yang tengah hangat jadi perbincangan publik.

“Pemerintah harusnya saat ini sudah memikirkan jangka panjang, untuk mengatasi pengangguran yang kian meningkat. Pemerintah harus ekstra bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja, bukan malah sebaliknya menyengsarakan rakyat dengan mengesahkan RUU Omnibus Law yang tujuannya untuk menarik investor asing masuk ke indonesia. Harusnya dalam kondisi saat ini pemerintah sudah membuat terobosan baru untuk memulihkan ekonomi dan mempersiapkan negara untuk menghadapi tantangan bonus Demografi,” ujar pria yang akrab disapa Wawan itu.
Lanjut Wawan saat ditemui di sekretariat 16 Juli 2020 menyampaikan, didalam membuat suatu kebijakan tentunya pemerintah sudah paham bahwa perlu pengkajian lebih mendalam. Pertanyaannya adalah pemerintah mau mengesahkan RUU Omnibus Law pada tanggal 16 Juli 2020 itu apakah sudah melakukan tahapan-tahapan pengkajian tersebut? Justru jikalau RUU Omnibus Law disahkan malah akan membuat kekacauan, karena bukan hanya RUU Ketenagakerjaan yang kontroversi, sektor pendidikan juga bermasalah dan indonesia berpeluang akan dikuasai oleh negara asing,” jelasnya.

Polemik beberapa waktu yang lalu disahkannya RUU Minerba belum selesai, ditambah lagi persoalan Omnibus Law ini yang menjadi kontroversi.
Wajar saja jika banyak menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Untuk Aliansi Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan bersepakat melakukan Gerakan “GAGALKAN OMNIBUSLAW” pada tanggal 15 Juli 2020. Omnibus Law harus digagalkan karena dinilai akan memberikan ruang bagi Kaum Kapitalis untuk menguasai Negara Indonesia,” tutupnya.

Facebook Comments

Check Also

Menjadi Salah Satu Yang Tak Lulus TWK KPK, Yudi Purnomo: Kurang Nasionalis Apa Kami Ini?

Komline, Jakarta- Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo tak habis mengerti bila dirinya dan …

%d bloggers like this: