Home / Teknologi & Informasi / Wow, Pilot Asal Australia Juarai Kelas Terbuka
Kejuaraan (doc/net)

Wow, Pilot Asal Australia Juarai Kelas Terbuka

AMBARAWA – Seorang Pilot yang berasal dari Australia Grant Heaney berhasil menjuarai Kelas Terbuka Kejuaraan Internasional Gantolle Piala Telomoyo III 2017 Cat. 2 FAI, 17-24 September, di Gunung Telomoyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dua pilot Korea Selatan; Jae Sun Moon dan Junki Jung menyusul diperingkat kedua dan ketiga.

Sedangkan di Kelas Flotaer (layangan dua lapis), Ridwan Jaelani (Jawa Barat) meraih juara pertama, disusul duo Kalimantan Selatan; Ilham Firmansyah dan Roki Rogalo.

Kejuaraan yang berlangsung 6 ronde tersebut, diikuti 37 pilot (sebutan untuk atlet olahraga dirgantara) dari 9 propinsi; Banten, DKI Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur serta 3 negara; Australia, Jepang dan Korea Selatan. Satu-satunya pilot putri asal Jepang adalah Mikiko Suzuki. Oleh PGPI (Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia) Bidang Gantolle/Layang Gantung, dijadikan Seri II Kejuaraan Nasional.

Dengan pengakuan dari FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia, sebagai Categori 2 (Cat. 2),  perkumpulan gantolle DKI Jaya dan Jawa Tengah sebagai penyelenggara Piala Telomoyo, berhak mengajukan diri sebagai tuanrumah Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Asia-Oceania. “Yang kami sasar antara Kejuaraan Dunia Kelas Sport 2020. Untuk itu, jalan menuju lokasi lepas landas dan tempat peluncuran wajib diperbaiki,” ujar Dewan Pengarah Piala Telomoyo Ersy Firman.

“Namun ada juga wacana dari peserta Asia agar digelar Kejuaraan Asia-Oceania, dengan mengajak pilot Australia dan Selandia Baru. Selama ini belum pernah ada kejuaraan resmi Asia-Oceania,” tambah pengusaha air mineral Java itu. Jika penawaran Perkumpulan Gantolle DKI Jaya dan Gantolle Jawa Tengah pada FAI lolos pada Februari 2018, maka pada 2019, Telomoyo akan menjadi ajang Pra Kejuaraan Dunia Kelas Sport.

Saat mengunjungi lokasi lepas landas (takeoff) di Gunung Telomoyo pada Jum’at (22/9), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat antusias digelarnya Piala Telomoyo sejak 2014. “Sangat bermanfaat bagi pengembangan wisata olahraga dirgantara dan meningkatkan kemampuan atlit olahraga udara Jawa Tengah,” ujarnya.

Beliau berjanji akan memperbaiki infrastruktur sarana jalan menuju lokasi lepas landas yang kondisinya sangat buruk, banyak lubang. Kini dibutuhkan 50 menit dari gerbang bawah hingga takeoff.

Direktur Lomba Tove Heaney, Juara III Kelas Putri Kejuaraan Dunia 2012, yang sudah terlibat sebagai pengawas teknis lomba sejak 2014, sangat rajin mempromosikan Piala Telomoyo ke pilot-pilot peringkat atas dunia. “Sesuai naluri pecinta olahraga alam dan petualangan, menjelajahi tempat-tempat baru di seantero dunia, selalu menjadi tantangan.

Bagi para penerbang olahraga Gantolle di Eropa dan Amerika, mereka penasaran terbang di luar ranah mereka. Daya tarik alam, budaya, kuliner dan sejarah menjadi alasan pendukung yang kuat untuk mereka mau terbang di Indonesia, serunya pada Tagor Siagian, Humas PB FASI (Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia).

“Juga sangat bermanfaat guna meningkatkan ketrampilan para pilot lokal, karena merupakan kesempatan besar dan langka beradu teknik dengan pilot asing. Saya ingin pilot Indonesia khususnya, terbiasa dengan peraturan dan disiplin lomba internasional, agar mereka siap mengikuti kejuaraan di manca negara,” tegasnya. Tove selalu terkesima dengan kemampuan teknis lepas landas para pilot lokal. “Banyak pilot Barat lepas landas saja masih berantakan. Tinggal meningkatkan kecekatan mencapai titik dan ketahanan fisik menyelesaikan soal. Itu pasti akan membaik kalau sering ikut lomba lintas alam,” jelasnya lagi.

Grant Heaney, yang sejak 2014 menjadi peserta, menyukai tantangan alam Telomoyo. “Di daerah asal saya tidak ada gunung. Jadi selalu ada pengalaman baru dan seru setiap terbang di Telomoyo,” ujarnya. Pada 2015, Grant sempat tersedot awan hujan. Khawatir terkena petir, ia segera berusaha melepaskan diri meski susah payah. Saat mendarat, wajahnya pucat. Cukup menggambarkan betapa mengerikannya pengalamannya.

Nomor lomba yang akan dipertandingkan dalam Piala Telomoyo 2017 adalah Race To Goal (Lintas Alam Terbatas). Setiap pilot harus terbang di atas beberapa titik sesuai soal, dalam waktu tercepat. Tiap hari soal diubah oleh Direktur Lomba dengan persetujuan Dewan Pilot (perwakilan peserta), sesuai kondisi cuaca dan angin.

Jarak yang ditempuh dalam tiap ronde (sortie) rata-rata 20-57 kilometer, berbeda untuk tiap kelas. Setiap hari hanya berlangsung satu ronde. Pilot yang berhasil melewati tepat di atas sebanyak mungkin titik dalam waktu tercepat memperoleh nilai sesuai catatan waktu masing-masing setelah dihitung dengan rumus tertentu. Sistim lomba adalah kompetisi penuh, dimana jumlah nilai setelah seluruh penerbangan/ronde/sortie selesai hingga hari terakhir lomba pada Sabtu (23/9) akan menentukan juara. Alat navigasi GPS (Global Positioning System) yang wajib dibawa para pilot saat terbang, mencatat waktu tempuh dan apakah benar mereka melewati tepat di atas semua titik dalam soal lomba.

Untuk mengenalkan obyek wisata pada para pilot, beberapa titik di antaranya; Musium Kereta Ambarawa, Jembatan Tuntang (Bawen), Kampoeng Java dan Benteng Pendem. Garis akhir (Goal) adalah radius sekitar Desa Pojoksari, di persawahan di kawasan perumahan Green Ambrawa Residence, di jalan raya Semarang menuju Salatiga. Merupakan pusat segitiga Joglosemar (Jogjakarta-Solo-Semarang), tiga kota terbesar di Jawa Tengah, jalur yang tak asing bagi para wisatawan dalam negeri.

Hasil Piala Telomoyo III 2017:
Kelas Umum:
1. Grant Heaney (Australia)                         : 5571
2. Jae sun Moon (Korea Selatan)                : 4716
3. Junki Jung (Korea Selatan)                    : 4583
4. Roy Sadewo (DKI Jaya)                         : 3577
5. James Atkinson (Australia)                    : 3439
6. Aji Enoh (Banten)                                  :  3151
7. Rijalul Fathani (Sumatera Barat)           : 2900
8. Herda Eka (Jawa Timur)                        : 2680
9. Riko Bahiuddin Saputra (Jawa Barat)   : 2526
10. NSR Yalatief M. (Sumatera Barat)      : 2365

Kelas Floater:
1.    Ridwan Jaelani (Jawa Barat)                       :  4783
2.    Ilham Firmansyah (Kalimantan Selatan)     : 4199
3.    Roki Rogalo (Kalimantan Selatan)              : 4027
4.    Fauzi Lukandi (DKI Jaya)                           : 3924
5.    Achmad Teguh Wibowo (Jawa Timur)       : 3775
6.    Mohamad Agit Ariakusumah (Jawa Barat) : 3757
7.    Nastain (Jawa Timur)                                  : 3560
8.    TB Husni Mubarak (Banten)                      : 3504
9.    Moh. Yamin (Kalimantan Timur)              : 3410
10.    Isah Iriawan (Jawa Tengah)                       : 3297

Facebook Comments

Check Also

Dear KPK dan MKD DPR RI, Ada Salam dari PB Pemuda Muslimin Indonesia

Komline,Jakarta-Nama Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin disebut oleh Ketua KPK, Firli Bahuri dalam kasus …

%d bloggers like this: