Home / Seputar Daerah / BADAN BOLEH DITAHAN, PERJUANGAN TAK BOLEH TERTAHAN

BADAN BOLEH DITAHAN, PERJUANGAN TAK BOLEH TERTAHAN

BENGKULU, Sabtu 17 Maret 2017 , Bung Karno ; The founding father negeri kita, pejuang, dan pahlawan kemerdekaan, berkali-kali dimasukan dalam bui, dipenjarakan istilah halusnya diasingkan.Karena Belanda khawatir kalau Bung Karno tidak diisolasi dari rakyat maka gelora api perjuangan kemerdekaan akan menjalar ke seluruh pelosok Bhumi Nusantara akan membakar habis penjajah kaum kolonial Belanda dari muka Bhumi persada tercinta, Indonesia akan merdeka.

Berbagai alasan dicari dan dibuat oleh Belanda untuk memenjarakan Bung Karno agar terisolasi dari rakyatnya,, sehinga Bung Karno berkali-kali dan bertahun-tahun dikurung , tapi Belanda lupa bahwa penjara bukanlah memadamkan semangat dan gelora perjuangan Bung Karno dan rakyat Indonesia semakin gigih berjuang untuk memerdekakan Indonesia, rakyat semakin benci dengan penjajah Belanda, rakyat semakin kompak berjuang, satu tekad Indonesia merdeka.

Keinginan Penajajah Belanda untuk mengisolir Bung Karno inilah yang menyebabkan Bung Karno berkali-kali ditangkap dan dipenjaran , antara lain ;
~ di Bengkulu
~ di Bangka
~ di Flores
~ di Bandanaira

Namun bukanlah memadamkan semangat Bung Karno dan rakyat Indonesia, tapi gelora api perjuangan kemerdekaan swmakin berkobar.Bung Karno dan rakyat tidak takut dipenjara, bahkan matu pun sudah siap, saat itu terknal semboyan :

“Merdeka atau mati”

arti semboyan ini adalah lebih baik mati dari pada hidup di bawah penjajahan.

Yang jelas saat itu betapa kompak dan manunggalnya antara pemimpin dan rakyat. Padahal saat itu pemimpin / para pejuang tidak ada yg menerima gaji karena negara Indonesia belum ada.  Saat itu pikiran akan materi sangat jauh dari bayangan, bahkan terlintas di benak pun tidak pernah.

Alangkan indahnya kalau saat ini di era kemerdekaan. Semangat perjuangan digelorakan lagi diaplikasikan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan Indonesia sejahtera dan berjaya.

Kita semua komponen anak bangsa menginginkan :
~ pemimpin yang bersih dari Korupsi, kolusi, dan Nepotisme,
~ pemimpin yang berjuang dan bekerja untuk mensejahterakan rakyat,
~ pemimpin yang kompak dengan rakyat,
~ pemimpin yang merakyat,

Rakyat mendambakan demikian, awmua pemimpin pada semua level demikian sifatnya, mengayomi dan memihak rakyat. Rakyat sudah muak dan bosan dengan pemimpin yang mengutamakan kepentingan ; pribadi, keluarga, kelompok dan golongan. Kiranya bagi siapa pun yang sedang memegang tampuk pimpinan pada semua level dan semua institusi, perlu dan harus disadari bahwa :
Pemilik negeri ini adalah rakyat !

Kita yakin bahwa ke depan akan lahir para Bung Karno- Bung Karno muda yang akan berjuang untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia

Semoga !

Susno duadji
—————
~ Ketua Umum TP Sriwijaya,
~ Ketua Komite Pengawas Pemantau Pertanian Indonesia,
~ Penasehat Syarikat Dagang-SI
~ Datuk Patani Sumsel

 

Facebook Comments

Check Also

Penggunaan dana Publikasi pada Dana Desa Kabupaten Muara Enim Patut dipertanyakan

Komline, Jakarta- Alokasi dana publikasi melalui media on line dan koran pada Alokasi Anggaran Dana …

%d bloggers like this: